Tautan-tautan Akses

AS

Obama Kenang Indonesia dalam Pertemuan dengan Tokoh Muda ASEAN


Presiden AS Barack Obama berdiskusi dengan peserta Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Gedung Putih (1/6).

Presiden AS Barack Obama berdiskusi dengan peserta Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Gedung Putih (1/6).

Pengalaman itu yang membuatnya senantiasa merasa ada ikatan dengan Asia Tenggara, menurut Obama.

Presiden Amerika Barack Obama mengenang masa kecilnya di Indonesia dan upaya mendiang ibunya untuk memberdayakan perempuan pedesaan, dalam dialog dengan 75 tokoh muda dari negara-negara ASEAN di Gedung Putih baru-baru ini.

Pengalaman itu yang membuatnya senantiasa merasa ada ikatan dengan Asia Tenggara, menurut Obama.

“Saya kira Anda semua tahu saya memiliki keterikatan yang sangat khusus dengan Asia Tenggara. Sewaktu anak-anak saya tinggal di Jakarta. Ibu saya menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di desa-desa untuk membantu kaum perempuan memperbaiki kehidupan mereka," ujarnya saat membuka diskusi dengan tokoh muda Asia Tenggara di Gedung Putih awal pekan ini.

"Jadi Asia Tenggara membantu membentuk siapa saya sekarang dan bagaimana saya melihat dunia. Dan sebagai presiden, saya menjadikannya sebagai pilar kebijakan luar negeri guna memastikan bahwa Amerika lebih terlibat lagi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara."

Sebelumnya, ke-75 calon pemimpin Asia Tenggara, demikian sebutan Obama bagi mereka, sudah mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) selama hampir enam minggu di 12 negara bagian AS. Diantara mereka terdapat empat warga negara Indonesia yang dalam diskusi itu juga disebut-sebut oleh Presiden Obama.

“Dalam forum ini ada Mohammad Dafip. Mohammad, di mana Anda? Nah itu dia! Dia adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia. Apa kabar?" ujarnya, dengan sapaan terakhir dalam Bahasa Indonesia.

"Di East-West Center di Hawaii, Mohammad belajar cara-cara baru untuk memberdayakan masyarakat dan membawa perbaikan. Jadi kami bangga untuk menjadi mitra Anda kelak. Bersama-sama kita bisa mendorong pembangunan berkelanjutan dan membantu generasi mendatang memenuhi tantangan utama perubahan iklim."

Obama juga memuji peserta dari negara-negara lain, seperti Thongvone Sosamphan, Koordinator Pendanaan Masyarakat Madani – Otoritas Penanganan Ranjau Darat di Laos.

Obama mengatakan seusai mengunjungi taman makam pahlawan Dr. Martin Luther King di Atlanta bahwa blog Thongvone bagus sekali dan ia ingin seluruh peserta, bahkan seluruh anak muda di dunia, mengetahuinya.

“Ia menulis sesuatu yang indah dan saya ingin semua orang mendengarnya. 'Kepemimpinan ada di dalam diri Anda!' kata Thongvone. 'Setiap orang bisa menjadi pemimpin karena setiap orang bisa berbakti. Anda tidak perlu memiliki gelar di universitas untuk memimpin. Anda tidak perlu lebih banyak tahu dari yang lain. Yang dibutuhkan hanya hati yang penuh kasih, jiwa yang dipenuhi rasa cinta.' Ini luar biasa Thongvone!” kata Obama.

Dalam tanya jawab yang dilakukan selama hampir satu jam, Obama dengan lugas menjawab berbagai pertanyaan mulai dari demokrasi, hubungan ekonomi antara Amerika dan ASEAN, upaya membangun karir politik dan non-politik, hingga soal kinerja Obama dan warisan yang ingin ia buat saat kepemimpinannya berakhir tahun 2016.

Program YSEALI ini terbuka bagi mereka yang berusia 18–35 tahun dan memiliki program kerja yang digagas sendiri atau bersama-sama demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Para peserta kemudian dibagi dua kelompok, kelompok akademisi dan kelompok profesi. Kelompok akademisi akan mengikuti pendidikan selama lima minggu di lembaga East West Center di Honolulu, sementara kelompok profesi akan bekerja pada kantor-kantor swasta dan pemerintah di 12 negara bagian di Amerika, tergantung fokus proyek yang ingin dilakukan.

Sepulangnya ke tanah air, masing-masing dari ke-75 peserta YSEALI ini diharapkan bisa menerapkan ilmu yang mereka peroleh dan membuka jaringan antar sesama peserta di Asia Tenggara dan pakar yang mereka temui di Amerika.

Mereka yang berminat mengikuti program ini tahun depan bisa melihat informasi lengkapnya situs YSEALI, juga akun media sosial di Facebook dan Twitter yang secara rutin memberi informasi terbaru tentang program beasiswa, pendidikan dan pelatihan dan acara-acara YSEALI di negara masing-masing.

XS
SM
MD
LG