Tautan-tautan Akses

AS

Obama Dijadikan 'Anak Angkat' Penduduk Asli Amerika


Kepala suku Mohegan Lynn Malerba (kiri), dan Brian Cladoosby, Presiden Kongres Nasional Indian Amerika menaruh selimut di bahu Presiden AS Barack Obama dalam konferensi penduduk asli di Gedung Putih (26/9). (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Kepala suku Mohegan Lynn Malerba (kiri), dan Brian Cladoosby, Presiden Kongres Nasional Indian Amerika menaruh selimut di bahu Presiden AS Barack Obama dalam konferensi penduduk asli di Gedung Putih (26/9). (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Obama berharap akan meninggalkan warisan yang kuat bagi penerusnya untuk berkonsultasi dengan para pemimpin suku tentang semua hal yang berdampak pada penduduk asli.

Presiden AS Barack Obama mendapat penghormatan dari penduduk asli Amerika hari Senin (26/9) sebagai anak angkat dan seorang pemimpin yang telah menepati janjinya.

Dalam konferensi tahunan ke-8 Tribal Nation di Gedung Putih, Obama mendapat sambutan gembira dari wakil-wakil 567 suku asli yang diakui pemerintah federal, yang berpartisipasi dalam upacara tradisional menghormati penduduk asli Amerika.

Para pemimpin suku itu meletakkan selimut wol berwarna merah di bahu Obama sebagai hadiah, dan memasang topi yang terbuat dari jerami di kepalanya..

Obama bergurau bahwa ia senang para pemimpin suku juga memberikan selimut untuk Ibu negara Michelle Obama, karena jika tidak, dia akan mengambil miliknya.

Ketika Obama menyelenggarakan konferensi suku bangsa Indian yang pertama tahun 2009, ia berjanji akan menjadi mitra dengan semangat hubungan antarbangsa yang sejati.

Dia menyatakan bangga atas rekor yang dicatatnya: "Kita belum menyelesaikan tiap masalah; kita belum memperbaiki setiap kesalahan, tetapi secara bersama kita telah membuat kemajuan besar di hampir semua bidang. Bersama-sama kita telah secara permanen melindungi tanah keramat untuk generasi mendatang. Kita telah mengembalikan lebih dari 428.000 hektar tanah kepada pemiliknya. "

Meskipun ia mendapat perlakuan penuh kasih sayang dari kepala-kepala suku, presiden mengakui ada satu masalah yang belum terselesaikan dan yang telah memicu kebangkitan protes penduduk asli Amerika, yaitu rencana pembangunan pipa minyak Dakota.

Pipa minyak ini akan melintasi empat negara bagian dari North Dakota ke Illinois. Suku Sioux menggugat akan menghalangi pembangunan pipa itu, karena khawatir dengan kontaminasi air dan penghancuran tempat-tempat suci serta budaya mereka.

Seorang hakim federal di Washington menolak permintaan suku Sioux Standing Rock untuk menghentikan proyek itu. Tapi Departemen Kehakiman, Departemen Dalam Negeri dan Angkatan Darat Amerika awal bulan ini meminta perusahaan pembangunan pipa minyak itu untuk secara sukarela menghentikan semua aktivitas pembangunan di dekat sebuah danau yang dianggap penting oleh suku Indian.

Obama mengatakan banyak peserta telah datang dari seluruh negara untuk mendukung tuntutan suku Sioux Standing Rock, dan mereka telah membuat suara mereka didengar.

Obama mengatakan dia berharap akan meninggalkan warisan yang kuat bagi penerusnya untuk berkonsultasi dengan para pemimpin suku tentang semua hal yang berdampak pada penduduk asli. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG