Tautan-tautan Akses

AS

Obama Bela Keputusannya Soal Imigrasi


Presiden Obama menandatangani dua perintah eksekutif terkait imigrasi di ruang kerjanya dalam pesawat kepresidenan Air Force One (21/11).

Presiden Obama menandatangani dua perintah eksekutif terkait imigrasi di ruang kerjanya dalam pesawat kepresidenan Air Force One (21/11).

Presiden Obama menandatangani dua perintah eksekutif, Jumat (21/11), yang akan memulai proses penawaran izin kerja sementara dan pencabutan ancaman deportasi bagi hampir lima juta imigran tak berdokumen resmi.

Presiden AS Barack Obama mengatakan dengan tindakan eksekutifnya mengenai imigrasi, lembaga-lembaga penegak hukum kini akan terfokus pada penjahat, bukan pada keluarga atau anak-anak.

Presiden mengatakan dalam pidato mingguannya bahwa rencana imigrasinya akan memungkinkan para imigran tak berdokumen resmi keluar dari persembunyian mereka sehingga bisa hidup sesuai aturan, membayar kewajiban pajak mereka, menjalani penyelidikan latar belakang kejahatan, dan mematuhi hukum.

Presiden Obama mengatakan dalam sebuah rapat akbar di Las Vegas, Jumat (22/11), ia terpaksa bertindak karena DPR tidak mengindahkan legislasi yang telah disetujui Senat.

Presiden Obama menandatangani dua perintah eksekutif, Jumat (21/11), yang akan memulai proses penawaran izin kerja sementara dan pencabutan ancaman deportasi bagi hampir lima juta imigran tak berdokumen resmi.

Ketua DPR John Boehner, sebelumnya hari Jumat, mengatakan, bahwa Presiden Obama merusak kepresidenan dengan melangkahi Kongres untuk mengambil tindakan eksekutif mengenai imigrasi.

Boehner bersumpah bahwa Partai Republik di DPR tidak akan tinggal diam dan melawan tindakan sepihak itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG