Tautan-tautan Akses

Mikroba Hasilkan Lebih Banyak Gas Pemicu Pemanasan Global


Sawah dan rawa-rawa adalah dua sumber utama gas methan, yang dihasilkan mikroba tanah dan dilepaskan ke atmosfir.

Sawah dan rawa-rawa adalah dua sumber utama gas methan, yang dihasilkan mikroba tanah dan dilepaskan ke atmosfir.

Mikroba dalam tanah melepaskan gas methan serta nitrat oksida, gas-gas yang mengurung panas matahari dalam atmosfir bumi.

Para ilmuwan mengatakan kadar karbon dioksida atau CO2 yang meningkat dalam atmosfir bumi menyebabkan tanah melepaskan bahkan lebih banyak gas-gas yang memerangkap panas dalam lingkungan, yang mengimbangi sebagian manfaat tanaman penyerap CO2 melawan pemanasan global.

Para pakar yang melakukan penelitian itu mengatakan mikroba dalam tanah “menghirup” CO2 dan melepaskan methan serta nitrat oksida, yakni gas-gas yang memerangkap panas matahari dalam atmosfir dengan lebih kuat daripada karbon dioksida. Nitrat Oksida kira-kira 300 kali lebih kuat daripada karbon dioksida, sementara methan lebih dari 20 kali lipat kekuatannya memerangkap panas.

Tanaman diyakini turut mengurangi pemanasan global karena tanaman menyerap sejumlah besar karbon dioksida ketika bertumbuh, dan melepas oksigen ke atmosfir. Namun, para peneliti mengatakan rawa-rawa dan sawah adalah dua sumber utama emisi methan, yang dihasilkan mikroba tanah, ke atmosfir.

Penulis hasil penelitian tadi mengatakan taksiran saat ini manfaat tanaman untuk linkungan harus disesuaikan atau diperhitungkan kembali karena metode sebelumnya tidak memperhitungkan methan dan nitrat oksida tambahan yang dilepas dari tanah dalam lingkungan yang mengandung lebih banyak CO2 sekarang ini.

Para peneliti di Universitas Florida, dan Universitas Arizona Utara di Flagstaff, Amerika Serikat, dan Trinity College di Dublin, Irlandia, melakukan penelitian baru itu, yang dimuat dalam jurnal Inggris, Nature.

XS
SM
MD
LG