Tautan-tautan Akses

Mesir Berusaha Perbaiki Hubungan dengan Saudi Arabia


Mohamed Hussein Tantawi (Foto: dok)

Mohamed Hussein Tantawi (Foto: dok)

Pemimpin de-facto Mesir, Mohamed Hussein Tantawi, berusaha menghubungi para pejabat di Saudi Arabia dalam upaya mencegah memburuknya situasi.

Media pemerintah Mesir mengatakan Tantawi memulai upaya untuk mengatasi keretakan hubungan beberapa jam setelah keputusan Saudi Arabia menarik pulang duta besarnya dari negara itu, Sabtu (28/4).

Para demonstran mengepung kedutaan Saudi Arabia di Kairo dan kantor-kantor perwakilan Saudi Arabia lainnya di seluruh Mesir beberapa hari minggu lalu, memrotes penahanan pengacara HAM Mesir Ahmed el-Gezawi.

Para pendukungnya mengatakan ia ditahan sebagai balasan atas tuntutan yang diajukannya terhadap kerajaan Saudi Arabia berkenaan dengan perlakuan buruk terhadap para pekerja Mesir di negara itu.

Para pejabat Saudi Arabia membalas bahwa Gazawi berupaya menyelundupkan sejumlah besar obat-obatan anti-depresi terlarang.

Keretakan hubungan diplomatik di antara dua negara Arab yang paling berpengaruh itu adalah yang terburuk dalam beberapa dekade dan mengejutkan banyak warga Mesir. Mahasiswa Mesir Mohamed Sami yakin Saudi Arabia bereaksi berlebihan. Ia mengatakan daripada menarik duta besar mereka, Saudi Arabia bisa menarik atase militer atau pejabat lainnya untuk menenangkan situasi. Ia mengatakan menutup kedutaan besar adalah langkah keliru.

Ketegangan antara Mesir dan Saudi Arabia telah meningkat lebih dari setahun ini. Saudi Arabia terguncang oleh jatuhnya sekutu lamanya, mantan presiden Hosni Mubarak, dan katanya telah memberi bantuan yang sangat dibutuhkan Mesir bagi pembebasan Mubarak dari penjara. Ketegangan itu dipersulit oleh munculnya kekuatan-kekuatan beraliran Islam di Mesir, yang terbukti kurang dapat diandalkan.

Tetapi analis politik dan redaktur Al Ahram, Amira Howeidi mengatakan, penutupan kedutaan itu merupakan keputusan reaksioner.

“Saya rasa itu bukan keputusan politis atau strategis. Keputusan itu didasarkan pada tanggapan terhadap demonstrasi di Mesir dan tanggapan terhadap revolusi Mesir, tetapi bukan isu yang bisa membahayakan atau merusak hubungan Saudi Arabia dengan Mesir, yang sangat kuat,” paparnya.

Ia memperhatikan bagaimana cepatnya Kabinet Mesir mengeluarkan pernyataan, menyesalkan terjadinya demonstrasi-demonstrasi itu.

Banyak warga Mesir mengatakan mereka setuju dengan pernyataan itu. Pensiunan dokter, Tari Naguib, mengatakan bosan dengan demonstrasi yang hampir terus menerus terjadi yang telah mengacaukan Mesir sejak pecahnya pemberontakan tahun lalu.
XS
SM
MD
LG