Tautan-tautan Akses

Menlu Bahrain Desak Iran Ubah Politik Luar Negerinya


Dari kiri, Menlu Oman Yusuf bin Alawi, Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir, Menlu AS John Kerry dan Menlu Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa berfoto bersama sebelum pertemuan di Bahrain, Kamis (7/4).

Dari kiri, Menlu Oman Yusuf bin Alawi, Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir, Menlu AS John Kerry dan Menlu Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa berfoto bersama sebelum pertemuan di Bahrain, Kamis (7/4).

Menlu Bahrain Al Khalifa mengatakan, Iran perlu mengubah ‘politik luar negerinya’ di kawasan dan berhenti mengirim senjata, melatih teroris, dan membeayai serta mendukung ‘perusuh’.

Tampil bersama Menlu AS John Kerry hari Kamis (7/4), Menlu Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa mengatakan Iran perlu mencurahkan sebanyak mungkin upaya bagi ‘tetangganya’, sebagaimana upayanya mencapai perjanjian nuklir dengan Amerika dan lima negara besar lain.

John Kerry mengatakan, "Keinginan yang dikemukakan sebagian orang di Iran untuk dapat membangun hubungan yang lebih baik di kawasan dan dengan dunia, pada hakekatnya adalah tujuan yang ingin dilakukan Iran. Untuk menguji itu, mari lihat apa yang dipilih Iran sendiri untuk dilakukan di masa depan. Jelas ada perbedaan pendapat di dalam Iran sendiri, tetapi merekalah yang harus menentukan."

Keterangan John Kerry itu menjawab berbagai kecemasan Bahrain dan negara-negara Teluk Persia mengenai yang mereka lihat sebagai perilaku Iran yang suka mengacau di kawasan sana, isu yang mereka kemukakan kepada Amerika sebelum perjanjian nuklir tadi dilaksanakan bulan Januari.

Sejak September kapal militer sudah mencegat empat kapal mengangkut senjata yang diduga berasal dari Iran. Semua diperkirakan ditujukan kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Kerry mengatakan Iran seharusnya membantu mengakhiri perang di Yaman dan bukan memperpanjangnya, serta membantu mengakhiri perang di Suriah dan bukan mempersengitnya.

Kerry dan Al Khalifa membicarakan berbagai isu regional sebelum pertemuan lengkap para menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. [al]

XS
SM
MD
LG