Tautan-tautan Akses

Presiden Iran Dorong Diplomasi dalam Hadapi Negara-negara Berpengaruh


Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak dilakukannya lebih banyak diplomasi (foto: dok).

Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak dilakukannya lebih banyak diplomasi (foto: dok).

Presiden Hassan Rouhani Kamis (7/4) mengatakan penerapan kesepakatan nuklir menunjukkan bahwa “logika dan argumen dapat mengungguli kekuatan militer dan ancaman.”

Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak dilakukannya lebih banyak diplomasi dalam menghadapi negara-negara berpengaruh, dengan mengatakan penerapan kesepakatan nuklir tahun lalu menunjukkan bahwa “logika dan argumen dapat mengungguli kekuatan militer dan ancaman.”

“Menjadi radikal merugikan kita di manapun,” kata Rouhani dalam pidato untuk memperingati hari energi nuklir nasional Iran. “Ini menciptakan ancaman terbesar bagi masyarakat manapun,” lanjutnya.

Rouhani mengatakan bahwa Iran harus berdialog dengan negara-negara lain dan sekaligus berupaya mandiri, seraya memperingatkan bahwa manfaat perjanjian nuklir itu tidak akan dirasakan selamanya.

“Peluang yang diciptakan oleh perjanjian nuklir itu untuk kita tidaklah permanen dan abadi,” ujarnya. “Peluang berlalu seperti halnya awan.”

Pernyataan Rouhani muncul beberapa hari setelah komandan Garda Revolusi Iran yang berpengaruh, Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengritik perjanjian itu yang disebutnya “bukan dokumen kehormatan.”

Berdasarkan perjanjian tersebut, Teheran berjanji akan mengurangi aktivitas pengayaan uraniumnya dan bersedia diinspeksi, dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi, dan menyetujui pembatasan atas aktivitas nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi ekonomi. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG