Tautan-tautan Akses

Menkeu Amerika Adakan Lawatan 2 Hari ke Tiongkok

  • Stephanie Ho

Menkeu AS, Timothy Geithner (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Wisma Diaoyutai, Beijing (10/1).

Menkeu AS, Timothy Geithner (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Wisma Diaoyutai, Beijing (10/1).

Menteri Keuangan Amerika, Timothy Geithner sedang melakukan lawatan dua hari ke Tiongkok, di mana dia diperkirakan akan membahas sanksi-sanksi Amerika terhadap Iran dan defisit perdagangan Amerika-Tiongkok.

Wakil Presiden Tiongkok, Wang Qishan menyelenggarakan makan malam resmi bagi menteri keuangan Amerika di Beijing, hari Selasa, yang disusul pertemuan sehari penuh dengan pejabat-pejabat Tiongkok hari Rabu.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok, Liu Weimin mengatakan kedua pihak akan bertukar pandangan mengenai hubungan ekonomi termasuk situasi keuangan global.

Dia mengatakan kedua negara setuju untuk meluncurkan kerjasama dengan dasar saling menghormati dan saling menguntungkan. Dia menambahkan kerjasama Tiongkok-Amerika diperlukan untuk mengatasi apa yang disebutnya sebagai “tantangan-tantangan ekonomi global yang “parah”.

Kunjungan Geithner itu terjadi bersamaan dengan dikeluarkannya data perdagangan Tiongkok, hari Selasa, yang menunjukkan surplus perdagangan turun lebih 14 persen dari 183 miliar tahun 2010 menjadi 155 miliar tahun 2011.

Tiongkok telah dituduh dengan sengaja menjaga nilai mata uangnya tetap rendah untuk menaikkan ekspor. Tetapi dosen tidak tetap Universitas Hongkong urusan administrasi publik, Alejandro Reyes mengatakan penyusutan surplus perdagangan Tiongkok bisa mematahkan argumen para pengkritik di Amerika yang mendesak agar Tiongkok meningkatkan nilai mata uangnya. Ia mengatakan, “Pemerintah Amerika berusaha tidak menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang dan ada tanda-tandanya meskipun banyak retorika mengenai surplus perdagangan, argumen yang menyerang Tiongkok telah berkurang karena surplus juga berkurang.”

Isu-isu lain yang dibicarakan Geithner adalah upaya-upaya Amerika untuk meyakinkan negara-negara lain untuk mendukung sanksi-sanksi yang ditujukan bagi ekspor minyak Iran. Amerika dan Uni Eropa percaya Iran sedang berusaha membangun senjata nuklir dan telah memperketat sanksi-sanksi untuk menghentikan program nuklir Iran itu. Iran mengatakan program nuklirnya terbatas untuk tujuan-tujuan damai.

Tiongkok tidak memveto sanksi-sanksi PBB terhadap Iran, tetapi tidak menyetujui sanksi-sanksi Amerika yang lebih ketat. Tiongkok mengatakan hukum suatu negara seharusnya tidak mengalahkan hukum internasional, dalam bentuk sanksi-sanksi PBB yang saat ini diberlakukan terhadap Iran.

Reyes mengatakan Tiongkok tidak ingin terlihat dipaksa mengambil tindakan oleh Amerika dan lebih suka berperan di belakang layar.

XS
SM
MD
LG