Tautan-tautan Akses

Majelis Mesir Setujui Rancangan Konstitusi


Anggota Majelis Mesir yang didominasi kaum Islamis menghadiri pemungutan suara untuk rancangan konstitusi baru di Kairo, Mesir (29/11).
Anggota Majelis Mesir yang didominasi kaum Islamis menghadiri pemungutan suara untuk rancangan konstitusi baru di Kairo, Mesir (29/11).

Majelis Mesir yang didominasi kaum Islamis telah menyetujui rancangan konstitusi baru yang kini harus diputuskan dalam referendum nasional.

Majelis Mesir yang didominasi kaum Islamis dan diboikot oleh beberapa anggota Kristen dan liberal, telah mempertahankan hukum Islam sebagai sumber utama undang-undang dasar. Majelis itu dengan tergesa-gesa mengesahkan ke-234 pasal dalam rancangan itu dalam sebuah rapat yang berlangsung dari Kamis sore hingga Jumat pagi.

Majelis itu memajukan pemungutan suara untuk meloloskan rancangan itu sebelum hari Minggu, ketika badan kehakiman tertinggi Mesir diperkirakan akan memutuskan apakah akan membubarkan majelis tersebut.

Selama beberapa hari belakangan, sekitar 30 anggota liberal dan Kristen keluar dari majelis itu untuk memprotes apa yang mereka sebut pembajakan proses penyusunan konstitusi oleh golongan Islamis yang setia kepada Presiden Mohamed Morsi.

Pemimpin Mesir itu menimbulkan kegusaran masyarakat pekan lalu saat memberikan wewenang yang luas kepada dirinya sendiri yang melarang badan kehakiman menentang keputusan-keputusannya. Morsi mengatakan kepada televisi pemerintah hari Kamis dekrit itu akan berakhir segera setelah rakyat memutuskan tentang kostitusi itu.

Rakyat Mesir yang marah disebabkan perebutan kekuasaan oleh presiden itu telah melakukan protes selama lebih sepekan. Dua orang tewas dan ratusan luka-luka dalam demonstrasi di seluruh negara itu.
XS
SM
MD
LG