Tautan-tautan Akses

Rancangan Konstitusi Baru Mesir Pertahankan Hukum Islam


Para anggota Dewan Konstituante Mesir mempertahankan hukum Islam sebagai sumber utama undang-undang dasar dalam voting hari Kamis (29/11).

Para anggota Dewan Konstituante Mesir mempertahankan hukum Islam sebagai sumber utama undang-undang dasar dalam voting hari Kamis (29/11).

Para anggota Dewan Konstituante Mesir yang didominasi kelompok Islamis, mempertahankan hukum Islam sebagai sumber utama undang-undang dasar dalam voting hari Kamis (29/11).

Badan penyusun konstitusi yang didominasi kalangan konservatif, yang merancang konstitusi baru Mesir, mempertahankan hukum Islam sebagai sumber utama undang-undang dasar, dan segera memproses pengesahannya meskipun terjadi boikot oposisi dan krisis politik yang semakin dalam.

Badan itu tiba-tiba memajukan voting ke hari Kamis agar rancangan undang-undang dasar itu diloloskan sebelum Mahkamah Konstitusi Mesir mengambil keputusan hari Minggu apakah akan membubarkan badan tersebut. Badan itu mengadakan voting untuk pasal demi pasal konstitusi itu.

Dalam dua hari ini, sekitar 30 anggota liberal dan Kristen keluar dari badan itu memrotes yang mereka sebut pembajakan proses oleh golongan Islamis pendukung Presiden Mohamed Morsi.

Pemimpin Mesir itu, yang memicu pergolakan saat ini karena memberi dirinya wewenang luas sampai konstitusi disetujui diperkirakan akan memberikan pidato kepada bangsanya Kamis malam.

Krisis itu telah memicu protes di jalan-jalan selama sepekan yang terus berlanjut. Dua orang tewas dan ratusan luka-luka dalam demonstrasi di seluruh Mesir yang dipicu oleh dekrit presiden yang melarang badan yudikatif menentang keputusannya.
XS
SM
MD
LG