Tautan-tautan Akses

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Temui Presiden Suriah


Presiden Suriah Bashar al-Assad bertemu dengan Utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, mantan Sekjen PBB Kofi Annan di Damaskus (10/3).

Presiden Suriah Bashar al-Assad bertemu dengan Utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, mantan Sekjen PBB Kofi Annan di Damaskus (10/3).

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan bertemu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam upaya mengakhiri kekerasan yang berlangsung di negara Timur Tengah itu.

Mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan bertemu dengan presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus dalam rangka usaha mengakhiri kekerasan yang sedang terjadi di negara Timur Tengah itu. Televisi Suriah menggambarkan pertemuan hari Sabtu itu “positif.”

Annan, utusan PBB dan Liga Arab yang baru untuk Suriah, menyerukan pemecahan politik terhadap krisis itu, dan memperingatkan, usaha untuk mempersenjatai pembrontak akan memperburuk situasi. Annan dijadwalkan bertemu dengan warga sipil Suriah sebelum meninggalkan Damaskus.

Berita mengenai pertemuan tingkat tinggi itu muncul hanya beberapa jam setelah pejabat tinggi kemanusiaan PBB mengatakan Suriah menolak “akses tanpa hambatan” bagi bantuan kemanusiaan.

Kepala urusan kemanusiaan PBB Valerie Amos mengatakan kepada wartawan di Ankara hari Jumat bahwa para pejabat Suriah meminta lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan kesepakatan yang akan memungkinkan PBB membantu para korban tindakan keras pemerintah terhadap lawan-lawannya.

Ia menambahkan, pejabat-pejabat Suriah menyetujui upaya penilaian terbatas guna mendapat informasi mengenai penderitaan mereka yang terimbas kekerasan. Amos berbicara setelah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di perbatasan Turki-Suriah, di mana setidaknya 11 ribu warga Suriah berlindung dari pergolakan yang telah berlangsung hampir setahun.

Kelompok-kelompok oposisi Suriah mengatakan setidaknya 31 orang tewas hari Jumat selagi ribuan orang turun ke jalan-jalan di seantero Suriah untuk berdemonstrasi menentang pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Syrian Observatory for Human Rights menyatakan sebagian besar kematian terjadi di Homs, kota yang menjadi pusat penumpasan pemerintah terhadap demonstran.

Sebuah kelompok HAM Sabtu mengatakan, pasukan Suriah menembakkan artileri ke Idlib. Tidak jelas kalau ada yang tewas atau cedera dalam serangan itu.

PBB memperkirakan pasukan Suriah telah menewaskan lebih dari 7000 orang sejak pergolakan anti-Assad dimulai setahun lalu. Pemerintah menyalahkan “teroris” atas kerusuhan itu, dan mengatakan 2.000 anggota pasukan keamanannya telah tewas dalam konflik itu.

Sementara itu, anggota Liga Arab, Qatar, mengatakan dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri negara Arab di Kairo, Sabtu, bahwa sudah tiba waktunya untuk mengirim pasukan Arab dan asing ke Suriah yang dilanda konflik itu.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov juga ikut pertemuan di Mesir itu. Rusia dan Tiongkok dua kali mem-veto usul Dewan Keamanan PBB yang menekan pemerintahan Assad untuk mengakhiri konflik.

XS
SM
MD
LG