Tautan-tautan Akses

Mantan Penasihat Presiden Korsel Ditahan karena Terlibat Skandal


Ahn Jong-beom, mantan penasihat Presiden Park Geun-hye di Seoul, Korea Selatan, 2 November 2016. (AP Photo/Lee Jin-man)

Ahn Jong-beom, mantan penasihat Presiden Park Geun-hye di Seoul, Korea Selatan, 2 November 2016. (AP Photo/Lee Jin-man)

Ahn Jong-beom sedang diselidiki karena dituduh membantu teman lama presiden Park, Choi Soon-sil, memaksa perusahaan-perusahaan menyumbang dana untuk organisasi-organisasi nirlaba yang kabarnya didirikan dan dikontrol Choi.

Jaksa Korea Selatan menahan seorang mantan penasihat Presiden Park Geun-hye sebagai bagian dari investigasi yang semakin dicampuri oleh penguasa. Ahn Jong-beom pernah menjadi sekretaris Park bidang koordinasi kebijakan sebelum ia dan beberapa anggota kabinet lainnya diperintahkan untuk mengundurkan diri akhir pekan lalu.

Ahn sedang diselidiki karena dituduh membantu teman lama presiden Park, Choi Soon-sil, memaksa perusahaan-perusahaan menyumbang dana untuk organisasi-organisasi nirlaba yang kabarnya didirikan dan dikontrol Choi. Choi dituduh menggunakan sebagian uang itu untuk kepentingan pribadi.

Choi ditahan hari Rabu (2/11) setelah diinterogasi selama tiga hari, dan para jaksa telah meminta dikeluarkannya surat perintah penangkapan.

Choi juga dituduh mempengaruhi Presiden Park, termasuk kemungkinan membuat rekomendasi kebijakan. Park mengakui bahwa Choi mengedit sebagian pidatonya dan memberi bantuan kehumasan lainnya.

Media Korea Selatan berspekulasi bahwa, meskipun tidak memiliki jabatan resmi di pemerintahan, Choi mungkin memiliki akses ke informasi sensitif.

Hari Rabu, Park mengumumkan pengangkatan beberapa menteri baru, termasuk mencalonkan perdana menteri baru sebagai bagian dari perombakan besar-besaran kabinetnya, untuk menanggapi kritik yang kian meningkat terhadap Park dan pemerintahannya.

Kim Byong-joon, yang ditunjuk Park sebagai perdana menteri baru, Kamis mengatakan bahwa mungkin saja presiden sendiri diinvestigasi, meskipun ada ketentuan dalam konstitusi yang melindungi presiden yang sedang menjabat dari tuduhan kriminal, kecuali jika kejahatan yang dilakukannya serius seperti berkhianat atau makar.

“Semua orang, termasuk presiden, setara kedudukannya di depan hukum,” kata Kim dalam suatu konferensi pers. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG