Tautan-tautan Akses

Makin Banyak Bisnis di Italia Dijual ke Investor China


Karena kesulitan mencari kredit perbankan, semakin banyak usaha kecil di Italia, termasuk kafe-kafe ditawarkan kepada investor China (foto: ilustrasi).

Karena kesulitan mencari kredit perbankan, semakin banyak usaha kecil di Italia, termasuk kafe-kafe ditawarkan kepada investor China (foto: ilustrasi).

Semakin banyak pengusaha kecil di Italia ingin menjual usaha mereka kepada investor dari China karena kesulitan mendapatkan kredit perbankan dan akibat krisis ekonomi yang tak kunjung pulih.

Di antara para pengusaha di Italia, Laura Zanardi dan Monica Borlini membuka sebuah kafe bernama The Lobby tiga belas tahun lalu di Franciacorta, wilayah penghasil anggur di Italia Utara.

"Tadinya ini hanya sebuah gudang persegi panjang yang kosong. Kami merenovasinya, membangun lantai tambahan dan menciptakan area yang lebih hangat. Itu merupakan pekerjaan yang berat, sangat menghabiskan waktu dan mahal. Tapi kami sangat puas," kata Laura.

Sekarang, kedua mitra itu siap menjualnya. Mereka mengatakan krisis ekonomi telah membuat pelanggan dan keuntungan berkurang.

"Sekarang jauh lebih sulit. Dulunya mudah, uang berputar. Sekarang orang sangat berhati-hati, kami harus begadang sampai pagi dan berupaya menciptakan malam yang menyenangkan agar para pelanggan tidak memikirkan masalah ekonomi mereka," papar Monica.

Mereka mencoba menjual kafe mereka melalui situs vendereaicinesi.it - yang secara harfiah berarti "jual ke orang Tionghoa."

Simone Topino adalah salah seorang pendiri situs itu yang membantu menerjemahkan dan mendistribusikan iklan yang menarget para pembeli dari China.

"Kami memulainya pertengahan Februari tahun ini. Pada awalnya situs ini hanya melakukan terjemahan dan web-developing. Situs ini langsung sukses, sekarang kami memiliki sebelas karyawan dan empat penerjemah. Ada banyak iklan yang dipasang dan banyak pekerjaan yang harus kami lakukan," ujar Simone.

Sejak krisis ekonomi Eropa dimulai dan merugikan bisnis-bisnis di seluruh kawasan, telah terjadi peningkatan yang stabil dalam jumlah warga Tionghoa yang membuka bisnis i Italia. Sebuah studi baru-baru ini memperkirakan jumlah bisnis yang didukung pengusaha Tionghoa di Italia telah meningkat sebesar 34 persen dalam beberapa tahun belakangan.

Angelo Ou adalah wakil komunitas bisnis Tionghoa di Milan. Dia mengatakan investasi China di Italia berubah. Seiring berjalannya waktu, kata Ou, bertambahnya warga Tionghoa yang bekerja di sektor jasa Italia akan membantu integrasi.

Kafe milik Laura Zanardi dan Monica Borlini ditawarkan seharga 1,4 juta dolar. Para pengusaha Tionghoa yang datang untuk melihat tempatnya mengatakan itu investasi yang terlalu besar bagi mereka. Tapi para pemiliknya tetap optimis bahwa pembeli yang tepat akan datang. (Rebecca Valli/VOA).
XS
SM
MD
LG