Tautan-tautan Akses

KTT NATO Susun Tahap Transisi di Afghanistan


Lebih dari 50 pemimpin negara mengheningkan cipta untuk mengenang tentara koalisi yang gugur atau luka di Afghanistan dalam pembukaan KTT NATO di Chicago, Minggu (20/5).

Lebih dari 50 pemimpin negara mengheningkan cipta untuk mengenang tentara koalisi yang gugur atau luka di Afghanistan dalam pembukaan KTT NATO di Chicago, Minggu (20/5).

Presiden Amerika Barack Obama dan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen membuka KTT NATO di Chicago, Minggu (20/5).

Presiden Amerika Barack Obama dan Sekjen NATO Fogh Rasmussen membuka KTT NATO dengan mengatakan bahwa para pemimpin dunia akan menyusun tahap transisi berikutnya di Afghanistan dalam pembicaraan dua hari mereka.

Obama mengatakan bahwa tantangan-tantangan masih tetap ada, dan akan banyak lagi korban jiwa, tetapi NATO yakin berada di jalur yang benar dan KTT tersebut mencerminkan bahwa dunia mendukung strategi yang dibeberkan NATO.

Lebih dari 50 pemimpin negara mengheningkan cipta untuk mengenang ribuan tentara koalisi yang gugur atau luka dalam perang di Afghanistan.

Rasmussen mengatakan tidak akan ada penarikan tergesa-gesa di Afghanistan. Ia mengatakan NATO akan memperjelas komitmennya bagi kemitraan jangka panjang dengan rakyat Afghanistan selewat tahun 2014, sehingga Afghanistan tidak pernah lagi melindungi teroris yang dapat menyerang negara-negara anggota sekutu dan agar rakyat Afghanistan dapat mengharapkan masa depan yang lebih baik di kawasan yang stabil.

Presiden Obama mengundang para pemimpin NATO ke Chicago untuk menegaskan kembali rencana mengakhiri misi tempur Pasukan Bantuan Keamanan Internasional di Afghanistan (ISAF) pada 31 Desember 2014, dan memastikan strategi jangka panjang untuk memberi dukungan finansial bagi pembangunan politik dan ekonomi Afghanistan.

Sebelumnya, juga hari Minggu, Presiden Afghanistan Karzai menegaskan lagi komitmen pemerintahnya untuk menuntaskan peralihan tanggungjawab keamanan ke pihak Afghanistan pada tahun 2013, sebelum tuntasnya penarikan pasukan asing pada tahun 2014, sehingga Afghanistan tidak lagi membebani masyarakat internasional.

Tetapi komandan pasukan NATO di Afghanistan, Jenderal Amerika John Allen, memperingatkan agar jangan seorangpun berharap pertempuran dengan pasukan Taliban yang cakap dan tangguh akan berakhir setelah Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan mulai mengambil alih tanggungjawab keamanan pada tahun 2013.

Para pejabat Amerika dan NATO menekankan bahwa yang mereka upayakan bukanlah Afghanistan yang sempurna, melainkan negara yang mandiri, meskipun masih memerlukan dukungan dari masyarakat internasional.

Pada hari pertama KTT, NATO mengumumkan mengenai persetujuan untuk meluncurkan tahap pertama sistem pertahanan misil seluruh Eropa. Rusia menentang keras sistem pelindung misil ini karena menganggapnya sebagai ancaman bagi keamanannya.

Aliansi menegaskan bahwa perisai tersebut tidak ditujukan pada Rusia melainkan dirancang untuk melindungi dari dari ancaman misil yang diluncurkan negara-negara seperti Iran.
XS
SM
MD
LG