Tautan-tautan Akses

KPK, Kedubes Australia Bidik Perempuan dan Anak Solo Jadi Agen Anti Korupsi

  • Yudha Satriawan

Dubes Australia (dua dari kiri), Jubir KPK Yuyuk Andriati (tiga dari kiri) dan Wakil Walikota Solo (paling kanan) menjadi narasumber diskusi anti korupsi (Foto: VOA/Yudha)

Dubes Australia (dua dari kiri), Jubir KPK Yuyuk Andriati (tiga dari kiri) dan Wakil Walikota Solo (paling kanan) menjadi narasumber diskusi anti korupsi (Foto: VOA/Yudha)

Perempuan dan anak menjadi target pencegahan korupsi di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi bekerjasama dengan Kedubes Australia membagikan permainan bertema cegah korupsi untuk perempuan dan anak di Indonesia, termasuk di Solo.

Lembaran kertas berisi berbagai gambar dan tulisan tentang pencegahan korupsi terpajang di Balaikota Solo, Senin sore (19/9). Lembaran tersebut ada untuk perempuan dan anak-anak. Secara bergantian peserta permainan melempar dadu dan menjalankan pion masing-masing sesuai jumlah angka yang tertera di dadu.

Permainan ini lebih mirip ular tangga atau monopoli. Juru bicara KPK, Yuyuk Andriati, perempuan dan anak memiliki peran penting dalam pencegahan korupsi. Menurut Yuyuk, melalui permainan pesan anti korupsi lebih mudah disampaikan secara sederhana.

“Sudah dua tahun KPK mengembangkan permainan anti korupsi ini, hasil survey kami, perempuan memiliki peran sangat penting dalam pencegahan korupsi terutama melalui keluarga. Kami sudah kembangkan hingga di seluruh propinsi di Indonesia. Ibu memiliki peran penting untuk mempercepat gerakan perempuan anti korupsi. Tujuan kita hanya untuk mengubah perilaku, masyarakat mengetahui perilaku korupsi atau bukan. Dari hal sederhana, ibu memberi kado untuk guru sekolah anaknya. Hadiah, gratifikasi, suap, dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, duta besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson ikut menghadiri pembagian alat permainan anti korupsi untuk perempuan dan anak-anak di Solo yang didukung Australia Aid.

Menurut Paul, Australia terlibat dalam kegiatan ini untuk mengenalkan nilai korupsi sejak dini. Menurut Paul, perempuan terkena dampak lebih besar adanya korupsi. Dengan pendekatan lokal, tegas Paul, pesan anti korupsi akan lebih mudah dipahami masyarakat.

"Program perempuan dan anak anti korupsi ini bukan hanya soal laki-laki dan perempuan saja. Laki-laki lebih korup dari perempuan, bukan itu. Perempuan bisa lebih parah terkena dampak perilaku koruptif. Di Negara kami, sudah terbukti program ini harus mengedepankan budaya lokal di daerah,” kata Paul Grigson.

Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo mengungkapkan perempuan dan anak memiliki peran penting dalam keluarga, terutama dalam mencegah perilaku korupsi.

“Bagi masyarakat Jawa, termasuk di Solo, peran Ibu sangat penting dalam mengembangkan karakter anak dan keluarga. Peran perempuan dalam keluarga sangat menentukan masa depan anak-anak, generasi mendatang,” kata Ahmad Purnomo.

Dalam kesempatan tersebut, KPK dan Kedubes Australia menyerahkan bantuan permainan anti korupsi sebanyak 283 unit. Ratusan permainan tersebut untuk siswa Sekolah Dasar dan Madrasah di Solo.

Indeks Kemudahan Berusaha Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Menurut Survey 'The Ease of Doing Business' World Bank, Indonesia meraih skor 36, berada di peringkat 109 dari 189 negara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Indeks Kemudahan Berusaha Indonesia rendah karena maraknya korupsi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kenaikan indeks tahun 2015 mendongkrak peringkat Indonesia ke posisi 15 untuk regional.

Sedangkan untuk tingkat dunia, Indonesia berada pada urutan 88 dari 168 negara yang dinilai. Pada tahun 2014, Indonesia menempati peringkat 107.Malaysia pada tahun 2015 memperoleh skor 50, Singapura meraih skor 85, sementara Thailand meraih skor 38.Berdasarkan penilaian tersebit, skor Indonesia terbilang di bawah rata-rata negara-negara Asia Tenggara. [ys/ab]

XS
SM
MD
LG