Tautan-tautan Akses

Korut Dilaporkan Kembali Produksi Plutonium untuk Produksi Bom Nuklir


Kompleks Nuklir Yongbyon, Korea Utara.

Kompleks Nuklir Yongbyon, Korea Utara.

Pernyataan dari IAEA itu dikeluarkan menyusul laporan pencitraan satelit yang menunjukkan adanya aktivitas di fasilitas Yongbyon yang ditutup pada 2007.

Pemerintah Korea Selatan, Rabu, menolak untuk mengukuhkan laporan bahwa Korea Utara kembali memproduksi plutonium namun mengatakan, Seoul mengawasi secara seksama aktivitas Pyongyang terkait bom nuklir dengan keprihatinan serius.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Jeong Joon-hee mengatakan, ada fakta yang cukup diketahui bahwa Korea Utara terus berusaha untuk memproduksi plutonium dan bahwa ada koordinasi erat antara Korea Selatan dan Amerika Serikat mengenai masalah ini.

Sejumlah pejabat AS dan PBB yang dirahasiakan nama mereka mengatakan, Korea Utara memanfaatkan bahan bakar nuklir bekas untuk memproses plutonium di fasilitas Yongbyon.

Direktur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano, mengatakan Selasa, ada indikasi Korea Utara memang mengolah kembali bahan bakar nuklirnya.

Pernyataan dari IAEA itu dikeluarkan menyusul laporan pencitraan satelit yang menunjukkan adanya aktivitas di fasilitasYongbyon yang ditutup pada 2007 sebagai bagian dari kesepakatan internasional dengan imbalan bantuan yang belakangan ambruk.

Korea Utara pada 2013 mengumumkan bahwa negara itu memulai kembali operasi reaktor grafitnya dan fasilitas pengayaan uraniumnya di Yongbyon.

Hingga saat ini, tidak ada bukti konkrit bahwa reaktor itu beroperasi sepenuhnya. [ab/as]

XS
SM
MD
LG