Tautan-tautan Akses

Korea Utara Bantah Minta Maaf kepada Korea Selatan


Helikopter Korea Selatan melepaskan tembakan dalam latihan militer dengan AS di Pocheon, dekat perbatasan dengan Korea Utara (28/8). (AP/Ahn Young-joon)

Helikopter Korea Selatan melepaskan tembakan dalam latihan militer dengan AS di Pocheon, dekat perbatasan dengan Korea Utara (28/8). (AP/Ahn Young-joon)

Pyongyang menyangkal ucapan penyesalan baru-baru ini adalah permintaan maaf atas ledakan ranjau yang melukai dua tentara Korea Selatan.

Korea Utara hari Selasa (1/9) membantah klaim Seoul bahwa ucapan “penyesalan” baru-baru ini oleh Pyongyang setelah perundingan maraton adalah permintaan maaf atas ledakan ranjau yang melukai dua tentara Korea Selatan.

Pernyataan oleh Komisi Pertahanan Nasional Pyongyang yang berkuasa itu merupakan bantahan jelas pertama dalam bagian penting perjanjian yang dinyatakan oleh Selatan sebagai terobosan kecil bagi kedua negara yang bersaingan keras itu.

Hal tersebut mengeruhkan prospek hubungan yang lebih baik antara kedua Korea dan merongrong lebih jauh klaim Selatan bahwa pihaknya berhasil mendorong Utara dalam pembicaraan pekan lalu untuk mengemban tanggung jawab atas ledakan itu.

Seoul harus berhenti mengatakan Utara meminta maaf, jika tidak, akan menghadapi akibat yang tidak bisa dijelaskan, kata Utara.

Ucapan “penyesalan” Korea Utara setelah pembicaraan tiga hari pekan lalu mengenai luka tentara Korea Selatan, bukan mengenai pemasangan ranjau, yang memungkinkan kedua Korea mundur dari ancaman perang. Seoul membalasnya dengan menghentikan siaran lintas perbatasan dengan pengeras suara yang mengecam tata politik Utara.

Korea Utara dalam pernyataan hari Selasa juga mengkritik latihan peluru tajam Korea Selatan baru-baru ini dengan Amerika Serikat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG