Tautan-tautan Akses

Korea Utara Kurangi Kesiagaan Militer


Tentara Angkatan Darat Korea Selatan mengendarai truk di Paju, sebelah selatan zona demiliterisasi dua Korea, Korea Selatan (24/8). (AP/Ahn Young-joon)
Tentara Angkatan Darat Korea Selatan mengendarai truk di Paju, sebelah selatan zona demiliterisasi dua Korea, Korea Selatan (24/8). (AP/Ahn Young-joon)

Kedua pihak mengatakan mereka akan melanjutkan reuni bulan September bagi para keluarga yang terpisah oleh konflik masa Perang Dingin.

Korea Utara telah mengurangi kesiagaan militernya, menurut Korea Selatan hari Rabu (26/8), setelah kedua pihak mencapai persetujuan untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea.

Utara mencabut status yang digambarkannya sebagai “keadaan semi-perang” menyusul persetujuan Selasa, menurut pengukuhan para pejabat, dengan menambahkan bahwa Seoul membalasnya dengan melonggarkan sikap pertahanannya sendiri.

Menurut perjanjian itu, Korea Utara mengutarakan “penyesalan” mengenai ledakan ranjau darat baru-baru ini yang mencederai dua tentara Korea Selatan. Sebagai imbalannya, Seoul menghentikan siaran propaganda ke Utara.

Kedua pihak mengatakan mereka akan melanjutkan reuni bulan September bagi para keluarga yang terpisah oleh konflik masa Perang Dingin. Mereka juga sepakat mengadakan pembicaraan segera, di Seoul atau Pyongyang, mengenai perbaikan hubungan.

Seoul hari Rabu mengisyaratkan pembicaraan tersebut dapat mencakup pencabutan sanksi yang telah berlaku sejak 24 Mei 2010, setelah penenggelaman maut kapal perang Korea Selatan.

Seoul telah lama berkeras bahwa sebelum sanksi dicabut, Korea Utara harus meminta maaf atas serangan itu, yang menewaskan 46 tentara angkatan laut Korea Selatan. Pyongyang membantah keterlibatan dalam insiden itu.

Presiden Korea Selatan Park Gaun-hye telah mendapat tekanan yang meningkat dari dalam negeri agar memperbaiki hubungan dengan Utara, apalagi setelah ketegangan mengancam akan menjerumuskan kedua negara ke dalam perang dalam beberapa minggu ini.

Kedua pihak sempat mengerahkan pasukan dan persenjataan untuk meningkatkan kesiagaan militer dan siap akan kemungkinan konfrontasi. Kedua Korea pekan lalu bahkan tembak-menembak artileri dekat sebuah menara pengeras suara di perbatasan.

Korea Utara sebelumnya telah mengancam akan menyerang menara pengeras suara itu, setelah Seoul mulai menggunakannya untuk menyuarakan pesan-pesan anti-Pyongyang ke Utara untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Siaran propaganda itu dipandang luas sebagai tanggapan atas insiden ranjau darat tadi.

Hari Rabu, ketegangan tampaknya mereda. Pengawal keamanan Korea Utara di desa perbatasan Panmunjom sekarang kembali membawa pistol mereka yang biasa, bukan senapan lagi, kata para pejabat Seoul.

Sebagian armada kapal selam Korea Utara, yang dikerahkan pekan lalu sebagai bagian peningkatan militer Utara, sekarang telah kembali, kata pejabat itu menambahkan.

Namun, para pejabat Seoul menekankan Pyongyang mungkin tidak melonggarkan seluruhnya posisi pertahanannya sampai Jumat, ketika latihan militer bersama Amerika-Korea Selatan akan berakhir.

Amerika Serikat mempunyai lebih dari 28.000 tentara yang berpangkalan di Korea Selatan dan sekarang sedang melakukan latihan militer bersama tahunan dengan Selatan. Korea Utara mengutuk latihan ini sebagai persiapan untuk menyerbu.

XS
SM
MD
LG