Tautan-tautan Akses

Korea Utara Alami Kekeringan Terparah Abad Ini


Padi terlihat tumbuh dari tanah yang retak-retak dan kering di Ryongchon-ri, Hwangju County, Korea Utara (22/6).

Padi terlihat tumbuh dari tanah yang retak-retak dan kering di Ryongchon-ri, Hwangju County, Korea Utara (22/6).

Korea Utara menderita kekeringan paling parah dalam abad ini, menurut media pemerintah setempat, memperburuk keadaan kekurangan pangan di negara miskin ini.

"Kekeringan terburuk dalam 100 tahun ini terus berlangsung di DPRK, yang mengakibatkan kerusakan besar (di wilayah ini)," demikian yang dikatakan kantor berita pemerintah Korea Utara (KCNA) Selasa (16/6), dengan menyebut singkatan resmi nama negara Korea Utara.

Menurut KCNA, sawah-sawah di beberapa provinsi utama penghasil beras terlihat mengering, termasuk Hwanghae and Pyongan, karena hujan hampir tidak pernah turun di sana.

Korea Utara mengalami bencana kelaparan di awal dekade1990an, yang menewaskan ratusan ribu warga. Sejak itu, Korea Utara menderita kekurangan pangan yang kronis, yang diperparah dengan bencana banjir, kekeringan dan salah manajeman.

Menurut PBB, 70 persen dari populasi atau 18 juta warga Korea Utara, mengalami ketidakpastian sumber pangan dan kekurangan ragam bahan pangan. Tingkat kekurangan gizi di negara ini tinggi, dengan 27,9 persen balita mengalami kekurangan gizi kronis.

PBB bulan April yang lalu merilis sebuah kampanye untuk mendapatkan bantuan dana sebesar $111 juta untuk mendanai lima badan bantuan yang terus menyediakan makanan, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga Korea Utara tahun ini.

Korea Selatan yang juga mengalami kekeringan akibat langkanya hujan di wilayah mereka, belum berkomentar menganai laporan KCNA tersebut. Namun, Korea Selatan baru-baru ini memperingatkan bahwa produksi tanaman pangan di Korea Utara terancam turun hingga 20 persen dari produksi tahun lalu apabila kekeringan ini terus berlanjut.

XS
SM
MD
LG