Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Gelombang Panas di India Lampaui 1.000


Ibu-ibu lansia pedagang bawang merah di Hyderabad, India tertidur kelelahan karena panasnya suhu udara di siang hari, Senin (25/5).

Ibu-ibu lansia pedagang bawang merah di Hyderabad, India tertidur kelelahan karena panasnya suhu udara di siang hari, Senin (25/5).

Banyak warga India harus dirawat di rumah sakit karena mengalami hipertermia (meningkatnya suhu tubuh secara drastis) dan dehidrasi.

Gelombang panas di India telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, sementara cuaca ekstrem itu diperkirakan masih akan berlanjut.

Sebagian besar korban tewas terjadi di negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana di bagian selatan. Departemen Meteorologi India memprediksi suhu udara akan terus diatas 40 derajat Celsius hingga paling tidak akhir bulan ini.

Suhu harian tertinggi sempat tercatat pada 48 derajat Celsius dalam seminggu ini, di mana jumlah kematian melonjak.

Banyak warga masuk rumah sakit karena mengalami hipertermia dan dehidrasi. Pihak berwenang menghimbau warga agar tidak keluar rumah dan menghindari aktivitas berat pada siang hari.

India biasanya mengalami cuaca terpanas pada bulan Mei dan Juni dengan suhu udara antara 42 derajat hingga 47 derajat Celsius, lalu disusul musim hujan muson.

XS
SM
MD
LG