Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Batalkan Veto Presiden Tentang Saudi


Potongan video dari C-SPAN2 yang menunjukkan sidang Senat mengenai RUU gugatan 9/11 terhadap Arab Saudi, di Capitol Hill di Washington, DC (28/9).

Potongan video dari C-SPAN2 yang menunjukkan sidang Senat mengenai RUU gugatan 9/11 terhadap Arab Saudi, di Capitol Hill di Washington, DC (28/9).

Keputusan Kongres itu merupakan kemenangan bagi keluarga orang-orang yang tewas dalam serangan teroris 15 tahun yang lalu itu.

Kongres AS telah menolak veto Presiden Barack Obama terhadap sebuah rancangan undang-undang yang memungkinkan gugatan hukum atas pemerintah Arab Saudi karena terlibat dalam serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika.

Hasil pemungutan suara dalam kedua badan Kongres itu sangat meyakinkan, dan merupakan pertama kalinya veto presiden dikalahkan.

Senat menolak veto itu dengan perbandingan suara 97 lawan satu. Pemimpin kelompok minoritas Demokrat Harry Reid adalah satu-satunya anggota Senat yang mendukung veto presiden. Pemungutan suara dalam DPR menghasilkan suara 348 lawan 77.

Keputusan Kongres itu merupakan kemenangan bagi keluarga orang-orang yang tewas dalam serangan teroris 15 tahun yang lalu itu. Sebelum ini, usaha mereka untuk mendapatkan keadilan lewat pengadilan Amerika terhambat oleh kekebalan yang diklaim oleh pemerintah Saudi.

Obama mengatakan kepada jaringan televisi CNN keputusan Kongres itu adalah “suatu kesalahan.”

Kata Obama, keluarga korban serangan 11 September patut mendapat dukungan dan ganti rugi dari dana yang disediakan pemerintah Amerika. Tapi, katanya, mengizinkan warga perorangan untuk menuntut negara asing dengan alasan tidak mencegah usaha teroris, hanya akan merugikan Amerika sendiri.

“Jika kita menghilangkan imunitas berdasarkan kedaulatan negara, maka tentara kita di banyak bagian dunia bisa menghadapi tuntutan serupa berdasarkan asas timbal balik,” kata Obama.

“Saya tidak mau ada situasi dimana kita tiba-tiba harus menghadapi tuntutan hukum di luar negeri meskipun kita telah melakukan banyak hal yang baik di dunia."

Meskipun tidak menyebut nama suatu negara, undang-undang itu dianggap sebagai usaha untuk menuntut Arab Saudi karena telah membantu komplotan teroris yang melancarkan serangan 11 September di Amerika, yang menewaskan 3.000 orang.

“Kepentingan Amerika di sini adalah, supaya korban-korban aksi teroris ini bisa mendapat keadilan lewat pengadilan-pengadilan kita,” kata anggota Kongres partai Republik John Cornyn dari negara bagian Texas.

“Arab Saudi atau negara lain boleh saja marah. Tapi terus terang, saya tidak peduli.”

Ia menambahkan: “Tugas kami adalah mewakili kepentingan rakyat Amerika, dan bukan kepentingan negara lain."

Lima belas dari 19 pembajak pesawat yang terlibat dalam serangan itu adalah warga Saudi, tapi pemerintahnya sejak lama membantah terlibat dalam serangan itu.

Sydney Blumenthal, seorang bekas jaksa federal Amerika mengatakan, “jika tidak terlibat dalam serangan 11 September, pemerintah Arab Saudi tidak perlu takut dituntut di pengadilan.” [isa/sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG