Tautan-tautan Akses

Pengamat: Bahaya Konfrontasi Militer Rusia-NATO Sedang Tumbuh


Duta Besar AS untuk Estonia James D. Melville Jr. berpidato di depan tank militer AS, dalam upacara serah terima pangkalan militer yang diperbaiki di Tapa, Estonia (15/12). (AP/Vitnija Saldava)

Duta Besar AS untuk Estonia James D. Melville Jr. berpidato di depan tank militer AS, dalam upacara serah terima pangkalan militer yang diperbaiki di Tapa, Estonia (15/12). (AP/Vitnija Saldava)

Para pengamat mengatakan, peningkatan persenjataan yang cepat di kedua belah pihak telah meningkatkan ketidakpastian.

Sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, baik Rusia maupun NATO telah mengerahkan pasukan dan senjata di sepanjang garis-garis perbatasan ketika ketegangan memuncak sejak akhir Perang Dingin. Para pengamat memperingatkan bahaya konfrontasi militer sedang tumbuh.

Rusia telah mengerahkan rudal Iskander berkemampuan nuklir ke wilayah Kaliningrad paling barat, yang berbatasan dengan negara-negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania. Seperangkat rudal Rusia S-400 juga telah ditempatkan di sepanjang perbatasan barat. Rusia juga mengadakan latihan militer rutin di sepanjang sisi barat.

Sebagai tanggapan, NATO menempatkan 300.000 tentara dalam siaga tinggi dan memasang alat-alat peringatan dini di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.

Sebagian besar komunikasi antara NATO dan Rusia terputus setelah invasi Rusia di Krimea dan menimbulkan prospek eskalasi yang tidak perlu, kata mantan pejabat informasi NATO di Rusia, John Lough, yang sekarang bekerja pada organisasi penelitian Chatham House.

NATO akan mengerahkan tambahan 4.000 pasukan multinasional ke negara-negara Baltik dan Polandia dalam beberapa bulan mendatang. Prinsip inti sistem pertahanan kolektif NATO sedang diperkuat, kata Lough.

Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat November lalu, telah memicu ketidakpastian atas komitmen masa depan kekuatan utama NATO.

AS menghabiskan US$66 milyar untuk pertahanan pada tahun 2016, diikuti Inggris yang menghabiskan kurang dari sepersepuluh jumlah itu. Presiden terpilih Trump telah mempertanyakan beban keuangan AS dan analis Rusia, Sarah Lain dari Royal United Services Institute mengatakan, Rusia memperhatikan perkembangan ini dengan penuh semangat.

Trump memuji pemimpin Rusia, Vladimir Putin, dan ini telah mengguncang Ukraina, yang sedang berjuang melawan pemberontak pro-Kremlin di timur negara itu

"Itu akan mendorong Rusia untuk menguji batas-batas NATO dan menguji kesatuan NATO lebih jauh," kata Sarah Lain.

Lough berpendapat, terlalu dini menganggap bahwa langkah-langkah awal Trump untuk berbaikan dengan Rusia akan menghasilkan hubungan lebih baik yang bisa berlangsung lama.

"Ada hal-hal di mana mereka tidak setuju. Tentang Iran, misalnya., saya kira isu ini akan mencuat dengan cepat," katanya.

Trump juga menghadapi perpecahan dalam partai Republik sendiri. Senator-senator AS, termasuk bekas calon presiden John McCain, mengunjungi Estonia dan Georgia baru-baru ini untuk meyakinkan mereka dukungan AS dalam menghadapi agresi Rusia.

Para pengamat mengatakan, peningkatan persenjataan yang cepat di kedua belah pihak telah meningkatkan ketidakpastian. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG