Tautan-tautan Akses

Konflik di Yaman Picu Krisis Kemanusiaan


Seorang anak laki-laki membawa jerigen untuk diisi air dari sumber air publik di tengah langkanya persediaan air, di pinggir kota Sana'a, Yaman (13/10). (AP/Hani Mohammed)

Seorang anak laki-laki membawa jerigen untuk diisi air dari sumber air publik di tengah langkanya persediaan air, di pinggir kota Sana'a, Yaman (13/10). (AP/Hani Mohammed)

Sebanyak 21,2 juta orang atau 82 persen penduduk memerlukan bantuan kemanusiaan, 14 juta orang tidak punya akses layak ke perawatan kesehatan dan hampir 320 ribu anak malnutrisi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Rabu (18/11) menyatakan, konflik di Yaman telah menewaskan sedikitnya 5.700 orang, termasuk 830 perempuan dan anak-anak.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Johannes Van Der Klaauw, memperingatkan masa-masa mengerikan akan tiba karena layanan dasar di negara termiskin di dunia Arab itu tidak berfungsi.

Ia mengatakan 21,2 juta orang, atau 82 persen penduduk, memerlukan bantuan kemanusiaan, sementara 14 juta orang tidak punya akses yang cukup ke perawatan kesehatan.

"Hampir 320 ribu anak kekurangan gizi akut,'' tambahnya.

Diperkirakan 2,3 juta orang terpaksa mengungsi dan 120 ribu lainnya meninggalkan negara itu.

Sejak Maret, koalisi yang dipimpin Arab Saudi, dengan dibantu Amerika, melancarkan serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman yang telah menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibukota, Sana'a. Serangan itu untuk mendukung pemerintah Yaman, yang diakui internasional, memerangi Houthi yang didukung Iran.

Masyarakat internasional selama berbulan-bulan telah meminta koalisi agar melonggarkan pembatasan terhadap impor barang dagangan penting seperti bahan bakar dan pasokan medis. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG