Tautan-tautan Akses

Koalisi Islamis Moderat-Partai Pemerintah Unggul di Aljazair


Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika meninggalkan bilik suaranya dalam pemilu parlemen di Aljazair (10/5).

Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika meninggalkan bilik suaranya dalam pemilu parlemen di Aljazair (10/5).

Diperkirakan kemenangan Islamis di Aljazair akan menyerupai hasil pemilu di Maroko, Tunisia dan Mesir.

Para analis mengatakan koalisi Islamis moderat yang mencakup Front Pembebasan Nasional yang berkuasa di Aljazair, diperkirakan akan muncul dengan perolehan suara terbanyak ketika hasil awal pemilu negara itu diumumkan hari ini.

Kemenangan Islamis, dalam pemilu pertama di Aljazair sejak mulainya pergolakan Arab atau Arab Spring itu, akan menyerupai hasil pemilu di Maroko, Tunisia dan Mesir.

Hari Kamis, rakyat memberi suara untuk pemilihan 462 anggota parlemen. Kira-kira separuh dari ke-44 partai politik yang bersaing dilegalisasi tahun ini.

Para aktivis oposisi, dengan alasan ketidakpercayaan pada reformasi yang dijanjikan pemerintah, menganjurkan agar rakyat pemilih tidak pergi ke TPS untuk memberikan suaranya.

Kementerian Dalam Negeri Aljazair mengatakan partisipasi rakyat dalam pemilu tahun ini sekitar 44 persen, sedangkan dalam pemilu tahun 2007 partisipasi mencapai rekor terendah 37 persen.

Presiden Abdelaziz Bouteflika sebelumnya mengumumkan beberapa reformasi undang-undang dasar setelah protes pro-demokrasi pecah tahun lalu.

Pemerintahnya, untuk pertama kalinya, juga menerima kehadiran peninjau pemilu internasional sebagai bagian usaha untuk meningkatkan transparansi.

Parlemen baru itu akan memberi suara mengenai rancangan perubahan undang-undang dasar dan meletakkan dasar-dasar bagi pemilihan presiden tahun 2014.
XS
SM
MD
LG