Tautan-tautan Akses

Koalisi Merah Putih Akui Kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014


Calon presiden Prabowo Subianto didampingi Koalisi Merah Putih yang mendukungnya (22/7).

Calon presiden Prabowo Subianto didampingi Koalisi Merah Putih yang mendukungnya (22/7).

Pernyataan sikap tersebut dikeluarkan saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang tidak dihadiri calon presiden Prabowo Subianto.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Koalisi Merah Putih yang mendukung calon presiden Prabowo Subianto, telah mengakui kemenangan pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 9 Juli lalu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Presiden usai menerima para anggota Koalisi di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Selasa (2/9).

"Saya bersyukur, gembira dan menyampaikan apresiasi karena pihak koalisi merah putih telah menentukan sikap mengakui hasil pemilihan presiden tahun 2014 ini. Dan selebihnya sebagai bakti mereka kepada bangsa dan negara. Kepada demokrasi yang tengah kita mekarkan akan melanjutkan perjuangan di bidang politik. Itu sah. Sah menurut nilai-nilai demokrasi. Dan sah sesuai dengan konstitusi yang ada di negara kita ini," ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi niatan dari koalisi pemerintahan untuk menjadi kekuatan penyeimbang dari kekuasaan pemerintah, asalkan sebagai fungsi kontrol untuk memastikan kebijakan pemerintah ke arah yang benar.

"Kita juga harus menghormati dan mengakui ada pula kekuatan politik riil yang lain yang akan menjadi baik apabila kedua-duanya menjadi bagian dari pembangunan kedepan. Menjadi bagian dari pematangan demokrasi. Yang di luar pemerintahan ikut mengontrol dan memastikan pemerintahan berlangsung dengan baik," ujarnya.

Ia mengatakan tidak ada kesepakatan politik apapun saat dirinya bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo di Bali pekan lalu.

"Bukan konteks politik. Dan tidak ada deal politik apapun sebagaimana yang dispekulasikan oleh sejumlah kalangan. Tujuan kami bertemu di Bali kemarin agar kesiapan Presiden terpilih untuk mengemban tugas nanti setelah 20 Oktober (hari pelantikan) menjadi baik," ujarnya.

Hadir pada pertemuan antara Koalisi Merah Putih dengan Presiden diantaranya adalah calon wakil presiden Hatta Rajasa, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Sekjen PPP Romahurmuziy, Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah.

Adapun Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga calon presiden Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai golkar Aburizal Bakrie tidak hadir dalam pertemuan itu.

Menanggapi pertemuan antara Koalisi Merah Putih dengan Presiden Yudhoyono, direktur eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, mengatakan pertemuan ini lebih pada menjaga soliditas diantara mereka dalam menghadapi setiap gerak politik yang dilakukan Jokowi – Kalla pasca putusan Mahkamah Konstitusi.

"Mereka berkumpul kemudian membangun komunikasi politik ke SBY dalam konteks ia sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ini dilakukan agar koalisi ini tetap solid paling tidak dalam jangka pendek dalam satu bulan ke depan. Seperti pada 1 Oktober akan ada pelantikan anggota DPR. pada 2 Oktober pemilihan pemilhan ketua MPR dan ketua DPR. pertemuan ini justru untuk mengimbangi pergerakan politik Jokowi – JK," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Hatta bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo di kediaman Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

Hatta, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, membantah ada kesepakatan politik dalam pertemuan itu dengan Jokowi.

"Bersilahturahim itu penting. Jangan kita itu (jika) berbeda kemudian tidak bertegur sapa. Lalu kalau berjumpa, dispekulasikan merapat. Inilah (pandangan) yang harus kita robah. Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi ya kita hormati. Ada Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Adapun pilihan politik itu dalam rangka kita bersama-sama membangun negara ini," ujarnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG