Tautan-tautan Akses

Ketua Komisi Eropa Usulkan Kuota Migran bagi Negara-negara Eropa


Para migran melarikan diri dari tempat penampungan sementara bagi pencari suaka di Roszke, Hungaria selatan dan berusaha pergi menuju Austria, Selasa (8/9).

Para migran melarikan diri dari tempat penampungan sementara bagi pencari suaka di Roszke, Hungaria selatan dan berusaha pergi menuju Austria, Selasa (8/9).

Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengusulkan rencana perluasan kuota migran bagi negara-negara di Eropa yang bisa menampung sampai 160.000 pengungsi.

Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker menyerukan diperluasnya kuota bagi tiap negara di seluruh Eropa, untuk menampung ribuan pencari suaka dari Timur Tengah dalam dua tahun mendatang. Rencana perluasan kuota migran itu bisa mencakup sampai 160.000 pengungsi.

Jerman, Perancis dan Spanyol akan menampung sebagian besar, disusul Polandia, Belanda, Romania, Belgia dan Swedia.

Ketika Eropa menghadapi gelombang migran terbesar sejak Perang Dunia kedua, Juncker bersiap mengungkapkan rincian proposalnya pada Parlemen Eropa hari Rabu (9/9). Namun, usul kuota itu kontroversial dan ditentang oleh Hungaria dan beberapa negara Uni Eropa.

Masalah kuota itu belum jelas, karena para pemimpin Eropa telah menolak proposal itu bulan Juni, walaupun hanya untuk menerima 40.000 pengungsi.

Pembagian pencari suaka baru itu akan didasarkan pada perekonomian negara, penduduk, tingkat pengangguran dan jumlah pengungsi yang telah disetujui masing-masing negara.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, di mana para pengungsi disambut dengan makanan, air dan mainan untuk anak-anak, menyebut rencana Juncker itu "langkah penting pertama." Ia mengatakan, persyaratan Uni Eropa yang menyerukan agar para pencari suaka diproses di pelabuhan Uni Eropa di mana mereka tiba, “tidak berlaku lagi”, karena itu berarti Italia dan Yunani yang harus menangani bagian terbesar arus manusia yang melarikan diri dari Timur Tengah dan Afrika.

Sekjen PBB, Ban Ki-Moon memanggil para pemimpin tujuh negara Eropa dalam dua hari terakhir ini dan menekankan bahwa mayoritas migran melarikan diri dari perang dan kekerasan di tanah air mereka dan punya hak untuk mencari suaka.

XS
SM
MD
LG