Tautan-tautan Akses

Kepala IRC Desak AS Tampung Separuh Pengungsi Suriah


Kepala Komite Penyelamat Internasional (IRC) yang juga mantan Menlu Inggris, David Miliband (foto: dok).

Kepala Komite Penyelamat Internasional (IRC) yang juga mantan Menlu Inggris, David Miliband (foto: dok).

Kepala Komite Penyelamat Internasional (IRC) yang juga mantan pemimpin Partai Buruh Inggris, David Miliband mengimbau Amerika dan negara-negara Teluk Persia untuk melakukan lebih banyak upaya guna meringankan penderitaan puluhan ribu warga Suriah yang mengungsi akibat konflik.

Dalam program “Meet the Press” di stasiun televisi NBC, Kepala Komite Penyelamat Internasional (IRC), David Miliband mengatakan krisis migran itu merupakan akibat kebrutalan rejim Presiden Bashar Al-Assad, kegagalan masyarakat internasional mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 4,5 tahun dan apa yang disebutnya sebagai tanggapan Eropa yang “lemah”. Ditambahkannya, Hungaria sebelum ini menjadi penghambat arus migran tersebut.

“Tetapi pusat perhatian dalam krisis migran ini adalah Yunani. Hari Minggu (6/9) saya telah berbicara dengan direktur lapangan IRC di Lesbos – pulau utama yang menjadi tempat transit dari Turki menuju Uni Eropa – dimana terdapat sekitar 25 ribu orang pengungsi. Jumlah migran yang datang antara 3 – 4 ribu orang per hari dan krisis yang kini dihadapi adalah upaya untuk menyediakan air bersih, sanitasi dan transportasi dari pulau tersebut dan tiga pulau di dekatnya,” papar Miliband.

Miliband mengatakan ketika negara-negara seperti Turki, Yordania dan Lebanon kini kepayahan menampung sekitar 4,5 juta pengungsi Suriah, Amerika – sebagai pemimpin dunia – perlu meningkatkan upaya memukimkan kembali para pengungsi itu.

“Tetapi dalam perang selama empat tahun ini, Amerika hanya menampung 1.400 pengungsi. Kami telah menjelaskan bahwa untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dunia, Amerika seharusnya menampung sekitar 45 – 50 persen pengungsi sesuai yang disarankan PBB, dan PBB telah mengatakan bahwa hingga akhir tahun 2016 ada 130 ribu warga Suriah yang perlu dimukimkan kembali di seluruh dunia. Amerika sebaiknya menampung 65 ribu pengungsi supaya bisa terus menunjukkan kepemimpinannya, seperti yang telah dilakukan selama puluhan tahun,” desak Miliband.

Miliband menambahkan, Jerman tampaknya mengambil peran itu dengan menampung sekitar 800 ribu pengungsi pada tahun 2015 ini saja. Ia juga menyerukan kepada negara-negara kaya di Teluk Persia untuk ambil bagian menampung ratusan ribu pengungsi tersebut.

Sementara, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest pekan lalu menolak untuk mengumumkan upaya apa yang telah dilakukan untuk menampung lebih banyak pengungsi Suriah, tetapi menyatakan Amerika telah memberi sumbangan cukup besar dalam bentuk bantuan teknis dan kemanusiaan.

“Patut dicatat bahwa sejak tahun 2011 Amerika telah memberikan lebih dari empat milyar dolar dalam bentuk bantuan kemanusiaan bagi orang-orang yang terkena dampak konflik di Suriah. Ini merupakan komitmen penting dan tentunya melebihi apa yang telah dilakukan negara-negara lain. Amerika juga menyediakan bantuan yang cukup banyak melalui Komisioner Tinggi Urusan Pengungsi PBB – UNHCR. Kami mendukung proses itu dan upaya internasional untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang penting tersebut,” ujarnya.

XS
SM
MD
LG