Tautan-tautan Akses

Kerusuhan Menjelang Pilpres di Burundi, 2 Tewas


Pengamat pemilu menyaksikan pilpres di sebuah TPS di Bujumbura, Burundi yang sepi dari kehadiran pemilih. Pemilu terus berjalan meskipun diboikot oposisi, Selasa (21/7).

Pengamat pemilu menyaksikan pilpres di sebuah TPS di Bujumbura, Burundi yang sepi dari kehadiran pemilih. Pemilu terus berjalan meskipun diboikot oposisi, Selasa (21/7).

Rakyat Burundi memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden, hari Selasa (21/7), diwarnai oleh kerusuhan menjelang pelaksanaan pilpres tersebut.

Rakyat Burundi memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden, hari Selasa (21/7), setelah pecah kerusuhan semalaman yang dipicu oleh upaya Presiden Pierre Nkurunziza untuk memenangkan masa jabatan ketiga.

Tembakan dan ledakan di ibukota Bujumbura menewaskan sedikitnya dua orang, salah satunya polisi. Divisi Afrika Tengah VOA melaporkan, ibukota terasa tenang selama berlangsung pemungutan suara hari Selasa, tetapi jumlah pemilih sangat sedikit.

Saksi mata mengungkapkan, TPS-TPS lebih ramai di kampung halaman presiden di Buye dan di daerah-daerah lain yang pro Nkurunziza. Pemilu terus berjalan meskipun diboikot oposisi, berlangsungnya protes anti pemerintah berbulan-bulan dan adanya himbauan dari masyarakat internasional agar presiden menyingkir.

Para pengecam mengemukakan, Nkurunziza semestinya tidak diperbolehkan memangku jabatan ketiga, namun mahkamah konstitusi Burundi memutuskan dia layak mencalonkan diri karena ia dipilih oleh anggota parlemen, bukan oleh rakyat, pada masa jabatan pertamanya tahun 2005.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan hari Selasa, dengan tetap diselenggarakannnya pemilu, pemerintah Burundi bisa kehilangan legitimasi di mata rakyatnya dan berpotensi merusak Perjanjian Arusha, yang telah mengakhiri perang saudara di negara itu.

XS
SM
MD
LG