Tautan-tautan Akses

Kepolisian RI Mulai Kawal Ketat Para Capres Pemilu 2014


Calon Presiden dari PDI Perjuangan untuk Pemilu 2014, Jokowi, mengaku pernah mendapat teror diantaranya penyadapan di rumah dinas gubernurnya di Jakarta (Foto: dok/VOA-Andylala)

Calon Presiden dari PDI Perjuangan untuk Pemilu 2014, Jokowi, mengaku pernah mendapat teror diantaranya penyadapan di rumah dinas gubernurnya di Jakarta (Foto: dok/VOA-Andylala)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman di Kantor Presiden Jakarta Rabu (2/4) memastikan pengamanan para calon presiden menjadi tanggung jawab penuh dari aparat kepolisian.

Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan operasi pengamanan para calon Presiden yang telah mendeklarasikan diri melalui partainya masing-masing. Hal itu dilakukan meski belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) siapa-siapa saja bakal calon presiden yang akan bertarung dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman di Kantor Presiden Jakarta Rabu (2/4) memastikan pengamanan para calon presiden menjadi tanggung jawab penuh dari aparat kepolisian. Aparat kepolisian menurut Sutarman, akan menerapkan sistem pengamanan proporsional terhadap siapa pun, jika merasa terancam jiwanya, termasuk para elite partai politik di daerah.

"Operasi kita lakukan pada seluruh tokoh masyarakat yang melaksanakan Pemilu. Itu bisa calon anggota legislatif, calon presiden, calon wakil presiden yang sudah dideklarasikan. Kita akan melakukan pengamanan proporsional bagi siapa pun jika memang ada ancaman-ancaman seperti itu, termasuk elite partai politik di daerah. Kita tidak merujuk ke tokoh siapa, tetapi semua tokoh," kata Sutarman.

Sutarman menambahkan pengamanan proporsional telah diberlakukan atas capres yang telah mendeklarasikan diri, seperti Gubernur DKI Jakarta yang juga Capres PDI Perjuangan Joko Widodo, Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Capres Partai Hanura Wiranto.

"Pada prinsipnya kita amankan semua tokoh. Yang sudah dideklarasikan ada Pak Jokowi, Pak Prabowo, Pak Ical dan Pak Wiranto. Semuanya akan kita lakukan pengamanan, walaupun tentunya masih menunggu KPU, siapa calon presiden/wakil presiden, tapi karena sudah dideklarasikan ke publik, tentunya ini menjadi tanggung jawab kita untuk pengamanan," lanjutnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar Polri menjamin keselamatan para calon presiden peserta Pemilihan Umum 2014. Arahan ini disampaikan Presiden SBY terkait kabar yang menyebutkan bahwa salah seorang kandidat capres terancam keselamatannya.

"Saya dapat info resmi, ada sejumlah tokoh yang mengkhawatirkan keselamatan seseorang, isunya macam-macam. Saya tidak mengambil enteng isu ini, lebih bagus negara proteksi, kepolisian mengambil pengamanan langsung secara fisik terhadap tokoh-tokoh itu. Dan Kapolri sudah menjalankan tugas saya untuk memberikan proteksi pengamanan, penjagaan keselamatan," demikian kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden tidak mengungkapkan siapa kandidat capres yang dimaksud. Namun Presiden menuturkan bahwa suhu politik memang selalu memanas jelang Pemilu. Hal ini dinilai wajar selama pelaksanaan Pemilu tetap berjalan lancar.

"Alhamdulillah, rangkaian kampanye Pemilu hingga hari ini berjalan tertib, lancar dan aman. Saya berharap bisa dijaga. Yang menjaga bukan hanya Kapolri dengan aparat keamanan yang lain tetapi terlebih-lebih para elit, para juru kampanye, para pimpinan partai politik untuk betul-betul menjaga situasi seperti ini," lanjut Presiden.

Sebelumnya capres PDI Perjuangan yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi mengaku mendapatkan sejumlah teror pada 2013 lalu. Teror itu berupa penyadapan di rumah dinasnya Jalan Taman Surapati no 7 Menteng Jakarta.

"Ketemu di rumah dinas ada 3 (alat penyadap). Di kamar tidur 1, di ruang tamu 1, dan di ruang makan 1. Tapi (ini) ga usahlah diributin. Apa sih yang disadap dari saya? Saya kalo lagi di rumah sama istri juga ngomong yang enteng-enteng saja. Ngomong soal makanan..gitu-gitu aja. Kalo rapat dengan Kepala Dinas di rumah juga apa sih," kata Jokowi.

Tidak hanya rumahnya yang disadap, Jokowi juga mengaku saat ia akan berangkat ke Kepulauan Seribu tahun 2013, kapal yang akan ia tumpangi tiba-tiba meledak. Peristiwa itu terjadi persis sebelum ia naik ke kapal. Selain itu, Jokowi juga mengaku ban mobilnya pernah dirobek-robek oleh seseorang tak dikenal.

Pengamat Intelijen dari Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional Wawan Purwanto kepada VOA memastikan teror politik terhadap seseorang yang menjadi capres atau caleg pemilu 2014 adalah hal biasa. Namun hal ini harus menjadi perhatian utama dari kepolisian untuk melakukan pengamanan ekstra ketat.

"Ya kondisi ini memang akan terus memanas sampai nanti saat pelantikan Presiden baru pemenang pemilihan Presiden 2014. Serangkaian teror itu sudah diduga akan terjadi. untuk soal penyadapan polisi bisa selidiki dari kamera rekam. Siapa yang keluar masuk dan sebagainya. Ini menjadi tanggung jawab polisi," kata Wawan Purwanto.
XS
SM
MD
LG