Tautan-tautan Akses

Kepolisian Jakarta Tangkap Ratusan Pelaku Pembegalan


Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono memperlihatkan 93 tersangka kasus pencurian disertai kekerasan kepada media di Jakarta, 27 Februari 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono memperlihatkan 93 tersangka kasus pencurian disertai kekerasan kepada media di Jakarta, 27 Februari 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Polda Metro Jaya menangkap ratusan orang tersangka pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai antisipasi aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan atau sering disebut "pembegalan" yang sedang marak terjadi, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus patroli anti kejahatan setiap malamnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Polda Metro Jaya menangkap ratusan orang pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, Sabtu (28/2), di Polda Metro Jaya menjelaskan, Polisi terpaksa melepaskan tembakan kepada beberapa pelaku yang melawan petugas.

"Ada 43 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 38 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan 63 kasus pencurian kendaraan bermotor. Tersangka ada 244 orang. Pelaku curas ada 93. Tujuh orang diantaranya kita tembak. Ada 14 senjata api, satu senjata api organik, satu air soft gun, yang lainnya senjata rakitan, berikut 140 senjata tajam," jelas Jenderal Unggung Cahyono.

Unggung Cahyono menambahkan, kepolisian juga berhasil memperoleh hasil kejahatan seperti 120 unit sepeda motor, 21 unit mobil, telepon genggam, televisi, emas dan uang tunai.

Sejak awal Januari hingga Februari, Jakarta dan sekitarnya mendapat tiga ancaman bom. Diantaranya di sebuah kantor media asing di kawasan kuningan Jakarta Selatan dengan tersangka satu orang. Dan juga ancaman bom di sebuah mal di depok.

Polda Metro Jaya tambah Unggung, telah membentuk tim khusus untuk melakukan patroli anti kejahatan dan penyelidikan pasar-pasar penjualan peralatan kendaraan bermotor roda dua.

"Setiap malam kita lakukan razia. Dengan empat sasaran, senjata tajam, senjata api, bahan peledak dan narkoba. Trus kita petakan (maping), menutup dan memutus mata rantai penadah. Peralatan kendaraan dari sepeda motor," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu menjelaskan hingga akhir tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang lebih kurang 2.500 unit CCTV (Closed Circuit Television) atau kamera video digital yang difungsikan untuk memantau aktifitas warga Jakarta dan sekitarnya. Hal ini menurut Ahok diperlukan untuk mendeteksi tingkat kerawanan suatu wilayah di Jakarta.

Sementara itu Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya Mayor Jenderal Agus Sutomo menjelaskan, TNI mulai dari level bawah hingga atas bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian dalam memantau kondisi keamanan warga Jakarta.

Seperti diketahui, aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan atau sering disebut pembegalan sedang marak terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarmya. Tidak jarang pelaku mengancam atau melukai korban maupun masyarakat yang mengetahui aksi mereka.

Pada awal 2015, Survei Indeks Kota Teraman di Dunia 2015 yang dirilis majalah Economist Intelligence Unit (EIU) menempatkan Jakarta sebagai kota paling tidak aman. Dari 50 peringkat indeks tersebut, Jakarta menempati urutan terbawah dengan skor 53,71.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG