Tautan-tautan Akses

Kepala IAEA Sebut Serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia sebagai Insiden Serius


Gambar PLTN Zaporizhzhia usai serangan drone Ukraina, 7 April 2024. (Foto: Zaporizhzhia Nuclear Power Plant/via Reuters)
Gambar PLTN Zaporizhzhia usai serangan drone Ukraina, 7 April 2024. (Foto: Zaporizhzhia Nuclear Power Plant/via Reuters)

Rusia dan Ukraina terus saling menyalahkan sehubungan serangan pesawat nirawak atau drone pada Minggu (7/4) terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia. Serangan itu mencederai tiga orang, satu cedera berat.

Rafael Gossi, kepada dari Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Senin (8/4), menyebut serangan ini “insiden yang serius” yang tidak boleh terulang lagi.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin, menyebut serangan ini “provokasi sangat berbahaya” dan menuduh Ukraina sebagai pelaku serangan.

Kyiv menolak klaim Rusia dan dikatakannya palsu.

Diplomat Rusia Mikhail Ulyanov pada Senin mengatakan di platform media sosial X bahwa negaranya telah minta penyelenggaraan pertemuan darurat dari Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara guna membahas tuduhan Rusia bahwa Ukraina melakukan penyerangan itu.

Institute for the Study of War, sebuah lembaga kajian di Washington, mengatakan, penguasa Rusia berusaha memanfaatkan kendali Rusia atas PLTN itu untuk memaksa organisasi-organisasi internasional termasuk IAEA, agar bertemu dengan pejabat Rusia guna melegitimasi pendudukan Rusia atas PLTN itu dan itu berarti, juga melegitimasi pendudukan Rusia atas wilayah Ukraina yang berdaulat. [jm/lt]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG