Tautan-tautan Akses

Kekerasan di Suriah Meningkat, Rusia Tolak Penggulingan Assad


Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow sama sekali tidak mendukung penggulingan rezim di Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow sama sekali tidak mendukung penggulingan rezim di Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov hari Jumat di Moskow membantah bahwa pemerintah Rusia telah membahas rencana transisi politik di Suriah.

Komandan pasukan pemantau PBB di Suriah menuduh pemberontak dan tentara sama-sama memicu kekerasan di Suriah. Itu disampaikan sementara Rusia mempertegas sikapnya menentang desakan Barat agar menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Mayor Jenderal Robert Mood hari Jumat mengatakan pertempuran lebih dari 10 hari ini "sengaja ditingkatkan kedua pihak, dengan kerugian di kedua pihak dan risiko signifikan bagi pemantau PBB." Dikatakan, serangan-serangan yang meningkat bisa mendorong pasukannya yang tidak bersenjata, mundur.

Pemerintah Suriah hari Jumat terus menyerang daerah-daerah yang dikuasai pemberontak. Pertempuran sengit dilaporkan di seantero provinsi Aleppo dan Homs, kota di Suriah tengah. Syrian Observatory for Human Right di Inggris kepada VOA mengatakan tentara juga menyerang daerah-daerah oposisi dan bentrok dengan pemberontak di Douma dan Damaskus. Puluhan orang tewas dalam beberapa hari ini dalam pertempuran yang semakin meningkat.

Di Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah pemerintahnya membahas rencana transisi politik di Suriah. Ia menyatakan, Rusia "tidak terlibat penggulingan rezim – baik melalui tindakan sepihak yang disetujui Dewan Keamanan PBB maupun melalui partisipasi kudeta politik apapun".

Sebelumnya, jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland hari Kamis menyatakan Washington dan Moskow membahas strategi pasca-Assad di Suriah.
XS
SM
MD
LG