Tautan-tautan Akses

Kamerun Sanggah Laporan HAM Soal Eksekusi Tersangka Boko Haram


Peta wilayah Niger, Nigeria, Chad, Kamerun dan Benin.

Peta wilayah Niger, Nigeria, Chad, Kamerun dan Benin.

Juru bicara pemerintah Kamerun dan Menteri Komunikasi Issa Tchiroma Bakari mengatakan laporan-laporan organisasi HAM bahwa negara itu mengeksekusi tersangka Boko Haram tidak berdasar.

Organisasi HAM di negara Afrika Tengah itu telah meminta PBB agar menyelidiki kemungkinan kejahatan perang setelah ada laporan bahwa ratusan tersangka Boko Haram dieksekusi di dekat perbatasan utara Kamerun dengan Nigeria, daerah yang dikenal sebagai kubu Boko Haram.

Juru bicara pemerintah Kamerun dan Menteri Komunikasi Issa Tchiroma Bakari mengatakan laporan-laporan organisasi HAM bahwa negara itu mengeksekusi tersangka Boko Haram tidak berdasar.

Berbicara kepada wartawan hari Jumat, Tchiroma mengatakan, Boko Haram yang ditahan diperlakukan secara manusiawi dan akan diadili "sesuai hukum negara itu."

Tchiroma menolak laporan yang diterbitkan organisasi HAM regional REDHAC Januari lalu yang menuduh militer Kamerun melakukan pelanggaran berat terhadap tersangka Boko Haram.

Namun, ia mengakui, beberapa tersangka, yang dikatakan organisasi HAM itu dibunuh, ditemukan tewas dalam sel tahanan pada bulan Desember, sehari setelah mereka ditangkap.

"Pagi hari itu didapati 25 dari ke 56 orang itu meninggal. Dokter spesialis forensik diminta melakukan otopsi pada mayat-mayat itu dan memerintahkan penguburan mereka," kata Issa Tchiroma Bakari.

Tchiroma mengatakan pemerintah Kamerun telah membuka penyidikan guna menentukan penyebab kematian mereka, dan bahwa seorang pejabat senior militer yang tidak mau ia sebut namanya, telah ditangkap.

"Bisa saya katakan sekarang bahwa pada tahap penyidikan ini, belum ada bukti yang bisa menguatkan bahwa orang-orang itu sengaja dibunuh. Sementara menunggu, komandan polisi militer di Kamerun utara pada saat kejadian tersebut telah dipecat dan diserahkan ke pengadilan yang berwenang untuk penyidikan," kata Issa Tchiroma Bakari.

Ia tidak berusaha menjelaskan bagaimana para tersangka itu meninggal.

Dalam laporannya, REDHAC menyebutkan, militer Kamerun mengintimidasi dan menyiksa para tersangka untuk memperoleh informasi dan bahwa 50 tahanan dicekik.

Pasukan Kamerun, Chad dan Nigeria awal tahun ini melancarkan serangan tiga negara terhadap Boko Haram yang berjuang untuk mendirikan kekhalifahan Islam. Organisasi-organisasi non-pemerintah dan warga sipil mengeluh bahwa orang yang tidak bersalah dibunuh atau ditangkap.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG