Tautan-tautan Akses

Kalangan Pariwisata Indonesia Sambut Baik Kebijakan Bebas Visa


Suasana di pantai Gili Air, Lombok (Foto: Dok/ Reuters/Deurbon Chow).

Suasana di pantai Gili Air, Lombok (Foto: Dok/ Reuters/Deurbon Chow).

Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia meminta pemerintah juga mempromosikan kebijakan ini agar para turis mancanegara mengetahuinya.

Kalangan pariwisata Indonesia menyambut baik pemberlakuan kebijakan bebas visa bagi turis dari 30 negara yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah turis ke Indonesia dan penerimaan negara dari sektor pariwisata.

Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia di Jakarta (ASITA) menilai kebijakan bebas visa ini akan memberikan dampak yang baik bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Ketua ASITA Jakarta, Hasiyanna Ashadi, mengatakan pelaku pariwisata Indonesia sudah mengharapkan hal ini sejak lama.

“Tentu kita menilainya positif ya.. karena itu memang sudah kita harap-harapkan sejak lama.. seperti juga negara-negara tetangga lain yang memberi bebas visa bagi kunjungan singkat untuk turis-turis.. tentu kita ingin juga begitu," kata Hasiyanna.

Namun Hasiyanna juga menambahkan kebijakan bebas visa ini tentunya harus diiringi juga dengan promosi yang gencar.

“Kalau (bebas) visa itu sudah menolong banyak sebetulnya.. tapi kemudian juga (perlu) promosi yang konsisten.. kita udah buka bebas visa tapi kalau tidak ada promosi di luar atau kurang promosinya, nanti orang juga nggak tahu kalau kita sudah bebas visa," lanjutnya.

Pemberlakuan kebijakan bebas visa ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan manca negara untuk berkunjung ke Indonesia dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pariwisata.

Sebanyak sembilan juta turis berkunjung ke Indonesia pada 2014 dan menghasilkan penerimaan negara US$10 milyar. Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan negara dari sektor pariwisata sebesar $12 milyar.

Senin lalu di Istana Negara, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pemberlakuan bebas visa bagi turis dari 30 negara diharapkan akan menambah satu juta turis mancanegara lagi.

"Total (ada) 45 negara yang bebas visa. Kita harapkan akan ada tambahan sekitar satu juta wisman yang kalau dikonversi ke dollar (Amerika) itu sekitar $1 milyar. Dan prediksi kita untuk menjadi dua juta kalau di-bebas visakan itu akan mudah, negara Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Australia tidak masuk, di Australia berlaku universal visa," ujarnya.

Tiga puluh negara yang mendapatkan kebijakan bebas visa tersebut antara lain Amerika Serikat, Kanada, China, Jepang, Italia dan Spanyol.

XS
SM
MD
LG