Tautan-tautan Akses

Jepang Protes Penahanan Pria Jepang oleh Rusia


Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga (Foto: dok).

Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga (Foto: dok).

Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan penahanan seorang pengunjung bebas-visa di pulau yang diklaim Jepang “sangat mengecewakan” dan bahwa ia berharap pria itu dibebaskan secepat mungkin.

Jepang menyampaikan protes kepada Moskow atas penahanan seorang pria Jepang yang berkunjung ke salah satu dari pulau-pulau yang disengketakan antara kedua negara.

Namun, Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, Senin (22/8) mengatakan keadaan pria itu tidak akan mempengaruhi pertemuan yang direncanakan bulan September antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pria itu adalah penerjemah bagi serombongan warga Jepang yang sedang melakukan kunjungan bebas-visa ke pulau Kunashiri atau Kunashir, bagian dari kepulauan Kuril yang dikuasai oleh Rusia dan diklaim Jepang. Pria itu dihentikan hari Minggu karena alasan yang tidak diungkapkan setelah pemeriksaan koper, ketika rombongannya telah kembali ke Nemuro di pulau paling utara Jepang, Hokkaido.

Suga mengatakan penahanan seorang pengunjung bebas-visa di pulau yang diklaim Jepang “sangat mengecewakan” dan bahwa ia berharap pria itu dibebaskan secepat mungkin.

Abe sedang mengusahakan kemajuan dalam pembicaraan mengenai sengketa atas kepulauan yang dikuasai Rusia itu, yang dinamakan Wilayah Utara di Jepang dan kepulauan Kuril Selatan di Rusia. Perselisihan itu telah menghambat kedua negara menandatangani perjanjian perdamaian yang dengan resmi mengakhiri Perang Dunia Kedua mereka.

Rusia dilarang bergabung dalam kelompok G-7 karena pencaplokan Krimea oleh Rusia tahun 2014, yang menangguhkan kunjungan Putin ke Jepang selama hampir dua tahun. Abe ingin mengatur kunjungan Putin ke Jepang tahun ini. [gp]

XS
SM
MD
LG