Tautan-tautan Akses

Jepang: PLTN Fukushima Aman untuk Dioperasikan Kembali


Karyawan Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) dan pengunjung mengenakan masker dan pakaian pelindung saat meninjau PLTN Daiichi di Fukushima (Foto: dok). PLTN Sendai milik Kyushu Electric Power di selatan pulau Kyushu, Jepang, menjadi pembangkit nuklir Jepang yang pertama memulai kembali operasi di bawah standar yang lebih ketat.

Karyawan Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) dan pengunjung mengenakan masker dan pakaian pelindung saat meninjau PLTN Daiichi di Fukushima (Foto: dok). PLTN Sendai milik Kyushu Electric Power di selatan pulau Kyushu, Jepang, menjadi pembangkit nuklir Jepang yang pertama memulai kembali operasi di bawah standar yang lebih ketat.

Regulator nuklir Jepang hari Rabu (16/7) mengatakan dua reaktor yang ditutup di PLTN Fukushima tiga tahun lalu, kini cukup aman untuk dioperasikan kembali.

Badan pengawas nuklir Jepang mengatakan dua reaktor di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang ditutup setelah kerusakan yang terjadi di PLTN Fukushima tiga tahun lalu kini cukup aman untuk dijalankan kembali.

Otoritas Pengawas Nuklir Jepang telah menyetujui peningkatan sistim keselamatan di pembangkit listrik Sendai milik Kyushu Electric Power, yang terletak di ujung selatan pulau Kyushu Jepang. Instalasi itu akan menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang yang pertama memulai kembali operasi di bawah standar yang lebih ketat.

Badan itu mengatakan pembangkit listrik itu sekarang mampu menghindari kebocoran parah seperti yang terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima setelah gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011. Tapi persetujuan akhir untuk mengoperasikan kembali Sendai, jika diberikan, akan terjadi hanya setelah periode tanggapan publik selama 30 hari yang berakhir pada pertengahan Agustus.

Beberapa warga Jepang yang menentang tenaga nuklir mengatakan negara itu merupakan pulau volkanik dan tenaga nuklir tidak aman di sana.

Namun, komisaris Otoritas Pengawas Nuklir Jepang Yasuhiko Shimazaki mengatakan, Rabu, bahayanya minimal.

Jepang mematikan reaktor nuklirnya untuk diperiksa setelah insiden di Fukushima yang melumpuhkan pembangkit itu menyebabkan daerah sekitar pembangkit itu terpapar radiasi. Sejak itu, warga Jepang menghadapi harga bahan bakar yang lebih tinggi karena negara itu mengalihkan ketergantungannya pada bahan bakar fosil.

Tapi oposisi terhadap tenaga nuklir di Jepang tetap kuat, dengan demonstrasi berulang-kali dilakukan di depan kantor Perdana Menteri Shinzo Abe, yang telah berusaha agar pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang dijalankan kembali.

XS
SM
MD
LG