Tautan-tautan Akses

Israel Ungkap Rencana Perluas Permukiman Pasca Voting PBB


Permukiman Israel di wilayah Tepi Barat (foto: dok). Pemerintah Israel hari Jumat 30/11 menyetujui rencana pembangunan 3.000 rumah baru di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Permukiman Israel di wilayah Tepi Barat (foto: dok). Pemerintah Israel hari Jumat 30/11 menyetujui rencana pembangunan 3.000 rumah baru di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Setelah suksesnya pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat di PBB, Israel mengungkapkan rencana pembangunan 3.000 rumah baru di wilayah pendudukan.

Israel telah mengungkapkan rencana untuk membangun 3.000 rumah baru bagi para pemukimnya di Tepi Barat dan Yerusalem timur, setelah kesuksesan otorita Palestina untuk memperoleh pengakuan dari PBB.

Beberapa pejabat Israel, berbicara kepada media dengan syarat nama mereka tidak disebut, mengatakan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengizinkan rencana pembangunan itu, dan juga pekerjaan pen-zonaan awal di daerah-daerah lain di Tepi Barat.

Gedung Putih menyebut keputusan itu "kontraproduktif." juru bicara Tommy Vietor mengatakan tindakan ini akan membuatnya lebih sulit untuk memulai lagi negosiasi langsung atau mencapai solusi dua-negara.

Langkah Israel itu membuat marah warga Palestina, yang merayakan voting bersejarah di Majelis Umum PBB yang meningkatan status Otoritas Palestina menjadi suatu negara pengamat non-anggota.

Rakyat Palestina khususnya menjadi sangat gembira karena 138 negara anggota PBB menyetujui resolusi itu hari kamis. Menurut mereka, hal ini menambah legitimasi klaim mereka bahwa Palestina berstatus negara, dan memperkuat posisi mereka dalam perundingan perdamaian dengan Israel.

Sembilan negara, termasuk Amerika dan Israel memberikan suara menentang resolusi itu. 41 negara termasuk Inggris dan Jerman abstain, tetapi sejumlah besar negara Uni Eropa mendukung.

Israel mengecam keputusan itu. PM Benjamin Netanyahu menyebut resolusi itu sama sekali tidak berarti, sementara duta besar Israel untuk PBB Ron Prosor mengatakan, status baru Palestina tidak memajukan perdamaian.
XS
SM
MD
LG