Tautan-tautan Akses

Israel: Iron Dome Berhasil Cegat Hampir Semua 320 Serangan Iran


Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza. Israel mengatakan sistem pertahanan “Iron Dome”-nya berhasil menembak jatuh 99 persen dari 320 hulu ledak Iran. (Foto: Reuters)
Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza. Israel mengatakan sistem pertahanan “Iron Dome”-nya berhasil menembak jatuh 99 persen dari 320 hulu ledak Iran. (Foto: Reuters)

Israel mengatakan sistem pertahanan “Iron Dome”-nya – bersama dengan pertahanan udara AS dan mitra-mitranya – berhasil menembak jatuh 99 persen dari 320 hulu ledak Iran yang diarahkan ke negara itu.

Israel, Minggu (14/4), mengatakan Iran telah meluncurkan 320 hulu ledak ke negara itu dalam "serangan yang belum pernah terjadi." Namun, sistem pertahanan udaranya bersama dengan pertahanan udara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara pendukung lainnya berhasil menembak jatuh 99 persen dari hulu ledak tersebut.

"Mereka gagal dalam serangan mereka," kata Letkol. Peter Lerner, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel IDF, kepada TV CNN.

Lerner mengatakan Iran menarget pangkalan militer yang menurut Iran digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kedutaan besarnya di Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada 1 April lalu, yang menewaskan dua jenderal Iran. Ditambahkannya, serangan udara semalam "tidak menyebabkan banyak kerusakan.

Iran, tambahnya, telah meluncurkan 170 drone yang membawa bahan peledak, 120 rudal balistik dan 30 rudal jelajah, yang sebagian besar datang langsung dari wilayah Iran, meskipun beberapa diantaranya ditembakkan oleh proksi militan Iran yang berbasis di Irak dan Yaman.

Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran, di Israel tengah, Minggu, 14 April 2024. (Foto: AP)
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran, di Israel tengah, Minggu, 14 April 2024. (Foto: AP)

Kirby Puji Sistem Pertahanan Udara Israel

Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan kepada CNN bahwa "sebagian besar" hulu ledak diluncurkan dari Iran.

"Apa yang mereka lakukan – mengirimkan rudal melintasi negara-negara lain karena menarget Israel – jelas melanggar ruang udara internasional.” Ia juga menyebut keberhasilan sistem pertahanan udara Israel menangkis rudal dan drone Iran sebagai "pencapaian militer yang luar biasa,” dan bahwa kerusakan di Israel akibat serangan itu "tidak terlalu banyak".

Beberapa proyektil ada yang mendarat di Israel, tetapi sebagian besar berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai wilayah udara Israel.

Kirby mengatakan seorang anak perempuan Arab-Israel dilaporkan tewas terkena pecahan peluru. Ini merupakan satu-satunya korban yang dilaporkan.

Cara Kerja 'Iron Dome', Sistem Pertahanan Andalan Israel
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:01:08 0:00

Iran Sudahi Serangan ke Israel

Pasukan militer utama Iran, Korps Garda Revolusi Islam, Minggu pagi mengatakan peluncuran rudal dan pesawat tak berawak dari wilayah Iran ke arah Israel itu merupakan pembalasan atas serangan terhadap konsulatnya di Damaskus. Israel tidak mengonfirmasi serangan itu, atau menyangkal bertanggung jawab atas serangan tanggal 1 April tersebut, meskipun AS dilaporkan mengecam Israel karena tidak memberitahukan hal itu sebelumnya.

Ketua Kepala Staf Gabungan Iran Jendral Mohammad Bagheri pada Minggu mengatakan saat ini pihaknya telah menyudahi serangannya dan “tidak berniat melanjutkan operasi defensif itu.” Namun jika perlu, Iran, ujarnya, “tidak akan segan-segan mengambil tindakan yang jauh lebih besar untuk melindungi kepentingan sah pihaknya terhadap agresi baru apapun.”

Peter Lerner mengatakan “tidak percaya dengan pernyataan itu,” seraya menambahkan “pagi ini saja” kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran telah melepaskan tembakan ke Israel dari Lebanon.

Kirby mengatakan meskipun AS membantu menembak jatuh sebagian hulu ledak Iran, pihaknya telah menegaskan kepada Israel bahwa “Amerika tidak akan ikut dalam serangan terhadap Iran.”

Rapat Kabinet

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melangsungkan rapat kabinet untuk membahas tanggapan terhadap serangan Iran itu. “Kami berhasil mencegat dan menangkis (serangan), dan bersama-sama kita akan memenangkannya.”

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan meskipun berhasil menggagalkan serangan Minggu dini hari itu, kampanye militer itu belum berakhir dan “kita harus bersiap menghadapi setiap skenario.”

Hal senada disampaikan menteri kabinet perang yang beraliran kanan, Benny Gantz. “Kita akan membangun koalisi di kawasan ini dan menghitung berapa harga yang harus dibayar Iran dengan cara dan waktu yang tepat,” ujarnya.

Otoritas Bandara Israel pada Minggu pagi mengumumkan bahwa pada pukul 07.30 waktu setempat, wilayah udara Israel telah dibuka kembali. Namun menambahkan bahwa jadwal penerbangan di Bandara Ben Gurion Tel Aviv dapat berubah.

G7 Langsungkan Pertemuan

Kelompok Tujuh negara industri terkemuka, atau G7, melangsungkan pertemuan telekonferensi pada Minggu siang untuk membahas serangan tersebut. Sesi ini diselenggarakan oleh Italia, yang memegang jabatan presiden bergilir kelompok tersebut. Anggota-anggota G7 mencakup Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan AS.

Serangan udara Iran terhadap Israel – secara langsung dari wilayah Iran – menandai eskalasi besar dalam konflik antara kekuatan regional yang saling bersaing dan mendorong tindakan pasukan AS untuk mendukung Israel. Video yang diunggah di media sosial pada Sabtu (13/4) malam menunjukkan beberapa proyektil dicegat di atas Israel tengah dan selatan, sementara proyektil lainnya menghantam tanah dan meledak, sementara suara sirene meraung-raung.

Dalam sebuah pesan yang dikirim ke VOA, Brigjen Jacob Nagel, mantan penasihat keamanan nasional Netanyahu, mengatakan pasukan Israel dibantu oleh sekutu-sekutu mereka dari AS, Inggris, Yordania, dan Arab Saudi saat mencegat proyektil-proyektil Iran itu. Seorang pejabat militer AS mengonfirmasi hal itu pada VOA.

Kecam Serangan ke Israel, Iran Panggil Beberapa Dubes

Dalam perkembangan lainnya Iran memanggil duta besar Inggris, Prancis dan Jerman karena “sikap yang tidak bertanggungjawab terhadap langkah-langkah penghukuman yang diambil terhadap rejim Zionis Israel.” Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan hal ini lewat X.

Lebih jauh Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya “mempergunakan kesempatan ini untuk menekankan kembali kepatuhannya pada prinsip dan tujuan Piagam PBB serta hukum internasional.” Iran menyebut serangan terhadap Israel itu sebagai “tindakan defensif” dalam menjalankan hak membela diri. [em/ka]

Forum

XS
SM
MD
LG