Tautan-tautan Akses

Laporan: Militan ISIS Bantai 800 Warga Irak


Militan ISIS berpatroli di Irak (foto: dok).

Militan ISIS berpatroli di Irak (foto: dok).

Seorang saksi melaporkan, salah seorang militan ISIS mengatakan eksekusi itu adalah hukuman bagi "siapa pun yang melawan negara Islam."

Pihak berwenang Irak menyatakan militan Negara Islam (ISIS) telah membantai 200 orang lebih pekan ini karena mereka melawan pengambil-alihan wilayah mereka oleh pemberontak, sementara kelompok HAM AS mengatakan militan ISIS juga menembak mati 600 narapidana bulan Juni.

Para pejabat keamanan Irak mengatakan 150 mayat dari suku Muslim Sunni Albu Nimr, yang menghadapi kemajuan pasukan Negara Islam di sebelah barat Baghdad, ditemukan dalam kuburan massal di dekat kota Ramadi. Lebih dari 70 mayat lainnya dibuang di dekat kota Hit.

Seorang saksi melaporkan, salah seorang militan Negara Islam, mengatakan eksekusi itu adalah hukuman bagi "siapa pun yang melawan negara Islam."

Dalam laporan terpisah, organisasi Human Rights Watch di AS mengatakan kelompok Negara Islam mengeksekusi 600 narapidana laki-laki di penjara Badoush di luar kota Mosul, Irak utara tanggal 10 Juni.

Kelompok HAM mengatakan para pemberontak memisahkan tahanan Sunni dan Syiah, dan kemudian memaksa orang-orang Syiah berlutut di tepi jurang sebelum mereka ditembak dengan senapan serbu dan senjata otomatis. Dikatakan informasi itu diperoleh dari 15 tahanan yang selamat dalam pembantaian dengan berpura-pura mati, dan karena militan kehabisan peluru.

Human Rights Watch mengatakan "rincian mengerikan" pembunuhan massal terhadap para tahanan itu "membuatnya tidak mungkin menyangkal kekejaman kelompok ekstremis ini."

Sementara itu, para pejuang Kurdi Irak atau Peshmerga yang pertama telah tiba di Kobani, Suriah, untuk membantu pejuang Kurdi Suriah dalam pertempuran melawan Negara Islam untuk menguasai kota yang terletak di sebelah selatan perbatasan Turki.

Hanya 10 tentara Peshmerga masuk ke Kobani dari Turki, tapi kira-kira 140 orang berada di dekat kota itu dan akan bergabung dalam pertempuran melawan militan. Mereka dilengkapi dengan senapan mesin, artileri berat dan peluncur roket.

AS mengatakan dalam sehari terakhir ini telah melancarkan 10 serangan udara terhadap posisi Negara Islam di dekat Kobani, dua serangan lainnya di Suriah dan dua lainnya di Irak.

Turki mengatakan tidak akan mengirim pasukan ke Suriah karena mengatakan pejuang Kurdi Suriah Kobani terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang, yang telah melawan Turki selama tiga dekade memperjuangkan hak-hak budaya dan politik.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG