Tautan-tautan Akses

Iran Tolak Tandatangani Perjanjian Nuklir Sebelum Semua Sanksi Dicabut


Presiden Hassan Rouhani berbicara pada warga Iran sehari setelah perjanjian nuklir di Lausanne.

Presiden Hassan Rouhani berbicara pada warga Iran sehari setelah perjanjian nuklir di Lausanne.

Presiden Rouhani juga menolak apa yang disebutnya usaha negara-negara kuat dunia untuk “menggunakan bahasa paksaan terhadap Iran” dalam memperoleh persetujuan.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Teheran tidak mau menandatangani persetujuan nuklir dengan Barat kalau semua sanksi internasional tidak dicabut.

Dalam pidato televisi hari Kamis (8/4) untuk memperingati “Hari Teknologi Nuklir Nasional,” Presiden Rouhani juga menolak apa yang disebutnya usaha negara-negara kuat dunia untuk “menggunakan bahasa paksaan terhadap Iran” dalam memperoleh persetujuan.

Iran dan enam negara kuat dunia pekan lalu mencapai persetujuan kerangka kerja yang hendak mengurangi program nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi internasional, walaupun banyak rinciannya masih harus dirundingkan sebelum batas waktu tanggal 30 Juni untuk mencapai persetujuan terakhir.

Perselisihan besar tampaknya juga ada mengenai laju sanksi akan dicabut. Iran menuntut sanksi harus dicabut segera dan secara permanen, sedangkan Amerika Serikat menghendaki proses pencabutan yang lebih bertahap.

Dalam komentarnya yang mencerminkan satu lagi bidang yang disengketakan, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry Rabu malam mengatakan kepada siaran berita PBS bahwa Iran harus mengungkapkan kegiatan nuklir yang berhubungan dengan militer di masa lampau, kalau tidak, persetujuan terakhir tidak akan dicapai.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG