Tautan-tautan Akses

AS

AS: Perjanjian Nuklir Iran Jamin Keamanan di Kawasan


Menteri Energi AS, Ernest Moniz ​adalah salah seorang ketua tim Amerika dalam perundingan nuklir dengan Iran (6/4).

Menteri Energi AS, Ernest Moniz ​adalah salah seorang ketua tim Amerika dalam perundingan nuklir dengan Iran (6/4).

Menteri Energi AS, Ernest Moniz hari Senin (6/4) mengatakan perjanjian yang sedang dituntaskan itu akan memastikan bahwa Iran menutup semua jalur yang akan memungkinkannya membuat senjata nuklir.

Pemerintah Amerika mengatakan perjanjian nuklir apapun dengan Iran akan menjamin keamanan negara-negara tetangga Iran, termasuk Israel.

Menteri Energi Amerika Ernest Moniz ​adalah salah seorang ketua tim Amerika dalam perundingan nuklir dengan Iran. Ia mengatakan perjanjian kerangka kerja yang dicapai minggu lalu di Swiss akan membuka jalan untuk pemeriksaan menyeluruh yang belum pernah terjadi, dan menjamin transparansi baik dalam fasilitas nuklir Iran yang pernah dan yang belum pernah diungkap sebelumnya.

"Akan ada pemantauan elektronik atas keseluruhan mata rantai pasokan nuklir Iran, yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari tambang-tambang uranium Iran sampai pada fasilitas-fasilitas pengayaan bahan radioaktif," kata Moniz.

Berdasarkan kesepakatan itu, Iran harus menjelaskan apa saja yang telah dilakukannya selama 25 tahun terakhir mulai awal rantai pasokan nuklirnya. Jadi secara keseluruhan, perjanjian itu adalah sebuah perjanjian untuk ”selamanya” yang meliput berbagai tahapan yang berbeda, kata Moniz selanjutnya.

Ia menambahkan, "Ini bukan perjanjian selama 10, 15 atau 20 tahun, ini perjanjian jangka panjang dengan semua tahapannya. Jika dalam periode ini Iran bisa dipercaya dan kita yakin dengan tujuan-tujuan damainya, maka seiring dengan waktu, pembatasan-pembatasan akan dilonggarkan secara bertahap."

Gedung Putih mengatakan rincian mengenai kapan sanksi-sanksi terhadap Iran akan dicabut masih dibahas, Seorang juru bicara menjelaskan bahwa struktur hukum bagi sanksi-sanksi tersebut masih akan berlaku dan hanya bisa dicabut oleh Kongres Amerika.

"Jika kita mendeteksi pemerintah Iran menyimpang dari rencana tersebut maka dalam waktu sekejap sanksi-sanksi itu bisa diberlakukan kembali," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Beberapa anggota Partai Republik dalam Kongres mengusulkan peraturan yang akan memberi Senat waktu 60 hari untuk menyetujui atau menentang perjanjian akhir. Tapi juru bicara Gedung Putih mengatakan langkah-langkah ini dibuat oleh anggota Kongres yang tidak menginginkan dicapainya perjanjian apapun dengan Iran.

"Mereka tidak mengatakan, ini semacam upaya untuk melindungi kewenangan lembaga mereka di Washington DC. Mereka mengatakan ini karena ingin menggagalkan perjanjian tersebut, itulah tujuan mereka," ungkap Earnest.

Gedung Putih mengatakan Presiden Obama telah bertindak sesuai kewenangannya untuk merundingkan sebuah kesepakatan internasional, dan terserah kepada Kongres untuk melakukan pemungutan suara mengenai setiap RUU yang mungkin terkait dengan itu.

Presiden Obama mengatakan perjanjian nuklir dengan Iran merupakan “kesempatan langka” untuk menciptakan perdamaian di kawasan itu.

XS
SM
MD
LG