Tautan-tautan Akses

Irak Rebut Sepenuhnya Kota Fallujah


Foto dari Associated Press menunjukkan pasukan Irak membawa bendera ISIS dengan posisi terbalik di Fallujah, Irak, Minggu, 26 Juni 2016.

Foto dari Associated Press menunjukkan pasukan Irak membawa bendera ISIS dengan posisi terbalik di Fallujah, Irak, Minggu, 26 Juni 2016.

Pasukan Irak telah membebaskan kota Fallujah dari laskar ISIS setelah operasi militer selama sebulan untuk merebut kekuasaan, menurut seorang pejabat tinggi Irak.

Seorang pejabat senior Irak menyatakan pasukan Irak telah membebaskan kota Fallujah dari pejuang ISIS, menyusul serangan militer selama sebulan untuk merebut kembali kota tersebut.

Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi hari Minggu (26/6) mengatakan Fallujah kini "telah sepenuhnya dibebaskan" setelah pasukan Irak mengambil-alih kawasan Julan, daerah terakhir dari kota tersebut yang masih dikuasai ISIS.

Kehancuran kota tersebut sangat luas.

Didukung serangan udara koalisi pimpinan Amerika dan kontingen kuat milisi Syiah, pasukan Irak berjuang keras selama berminggu-minggu untuk mengusir pejuang ekstremis. Tidak ada laporan yang jelas tentang berapa banyak militan ISIS dan berapa banyak pasukan keamanan Irak yang tewas atau terluka dalam pertempuran merebut kembali kota itu.

Khawatir menjadi korban dalam baku tembak, 85 ribu orang mengungsi dari kota itu dan daerah sekitarnya, membuat kewalahan organisasi-organisasi kemanusiaan dan upaya pemerintah Irak untuk membantu mereka. Banyak dari pengungsi itu tidak mendapat tempat penampungan yang layak sehingga terpaksa tinggal di udara terbuka dalam musim panas dengan suhu udara 45 derajat Celsius atau lebih dan badai pasir yang ganas.

Direktur NRC untuk Irak, Nasr Muflahi, memperingatkan "Dengan berlalunya hari demi hari di kamp-kamp itu, kondisi sebagian pengungsi yang paling rentan semakin memburuk."

Ahmed Basel, direktur satu pusat kesehatan di Amariyat al Fallujah, tempat tujuan banyak pengungsi, memperingatkan kurangnya air dan sanitasi.

"Di sini terdapat begitu banyak orang, sementara jumlah kakus sangat sedikit, dan tidak ada lagi tempat kosong dalam kamp. Setiap lima meter, terdapat satu keluarga," ujar Ahmed Basel.

"Jika krisis ini tidak ditangani, akan segera terjadi penyebaran penyakit," tambahnya.

Banyak dari pengungsi itu adalah perempuan dan anak-anak. Semua laki-laki di atas usia 14 tahun dipisahkan dari keluarga mereka begitu keluar dari Fallujah untuk menjalani pemeriksaan keamanan guna memastikan bahwa mereka bukan anggota ISIS. Mereka yang lolos pemeriksaan diberi lencana khusus sebagai tanda pengenal. Prosedur pemeriksaan itu seharusnya dilakukan sendiri oleh Pasukan Keamanan Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi hari Jumat sudah menyatakan kemenangan atas militan ISIS. "Daesh akan kalah," ujar Abadi, menyebut Daesh, singkatan ISIS dalam bahasa Arab.

Langkah berikutnya, menurut Abadi, merebut kembali Mosul.

Tetapi komandan militer Kurdi Irak memperingatkan, pertarungan merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak, akan jauh lebih sulit sehingga memerlukan perjanjian politik-militer antara semua pihak yang terlibat. Komandan Kurdi, misalnya, telah memperingatkan memungkinkan milisi Syiah berpartisipasi dalam serangan di daerah yang mayoritas Sunni.

Badan-badan kemanusiaan khawatir sekitar 600 ribu warga sipil Mosul dan sekitarnya kemungkinan akan mengungsi, bencana yang jauh lebih besar dari situasi saat ini di luar Fallujah. [ka/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG