Tautan-tautan Akses

Inggris Lanjutkan Upaya Deportasi Ulama Radikal


Ulama radikal asal Yordania, Abu Qatada, menghadapi ancaman deportasi dari pemerintah Inggris (foto: dok).

Ulama radikal asal Yordania, Abu Qatada, menghadapi ancaman deportasi dari pemerintah Inggris (foto: dok).

Inggris telah berupaya mengekstradisi ulama Yordania Abu Qatada sejak tahun 2005 dan beralasan bahwa ia merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Pihak berwenang Inggris telah menahan seorang ulama Islamis yang radikal yang dituduh terkait mendiang pemimpin al-Qaida, Osama bin Laden, dalam upaya mendeportasinya ke Yordania.

Inggris telah berupaya mengekstradisi ulama Yordania Abu Qatada sejak tahun 2005 dan beralasan bahwa ia merupakan ancaman bagi keamanan nasional. Yordania telah memvonis Qatada bersalah in absensia atas tuduhan-tuduhan terorisme terkait dua rencana pengeboman.

Tapi pengadilan HAM Eropa bulan Januari memutuskan bahwa ia tidak bisa di deportasi karena bukti-bukti yang digunakan terhadapnya mungkin diperoleh dengan menggunakan penyiksaan.

Menteri Dalam Negeri Inggris Teresa May memberitahu parlemen ia memperoleh jaminan baru dari Yordania bahwa bukti yang diperoleh dari hasil penyiksaan tidak akan digunakan terhadap Qatada. May yang berkunjung ke Yordania bulan lalu mengatakan ia percaya jaminan itu akan membuka jalan guna memuaskan pengadilan itu untuk mengijinkan deportasi itu dilakukan.

Menteri Kehakiman Yordania Ibrahim al-Jazi mengatakan Qatada berhak mendapat pengadilan baru setelah diekstradisi.

Pejabat-pejabat Inggris menyebut Qatada sebagai wakil senior mendiang pemimpin al-Qaida Osama bin Laden untuk Eropa.

Ia tiba di Inggris tahun 1990-an. Ia keluar masuk penjara sejak tahun 2001 setelah ditahan berdasarkan UU anti terorisme Inggris.
XS
SM
MD
LG