Tautan-tautan Akses

IFRC: Penutupan Perbatasan Eropa untuk Migran Tak Manusiawi


Tentara Makedonia melakukan patroli di kota Gevgelija, dekat perbatasan dengan Yunani yang ditutup bagi para migran (14/2).

Tentara Makedonia melakukan patroli di kota Gevgelija, dekat perbatasan dengan Yunani yang ditutup bagi para migran (14/2).

Sebuah organisasi kemanusiaan mendesak pemimpin-pemimpin Eropa untuk mempertahankan perbatasan yang terbuka bagi para migran.

Sebuah organisasi kemanusiaan internasional terkemuka telah mendesak pemimpin-pemimpin Eropa untuk mempertahankan perbatasan yang terbuka untuk migran, katanya, penutupan perbatasan adalah tidak manusiawi.

Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah atau IFRC, memperingatkan Selasa, agar jangan membangun pagar di Eropa guna mengurangi aliran pemohon suaka.

Berbicara kepada reporter menyusul pertemuan dua hari di London, guna menanggapi krisis yang saat ini berlangsung, Wakil Sekjen IFRC, Garry Conille mengatakan, krisis pengungsi dan migran yang kini berlangsung akan menjadi isu sangat sulit, dan membutuhkan solusi menyeluruh, serta harga diri dan kemanusiaan pengungsi harus jadi prioritas utama.

Beberapa negara Eropa telah bereaksi terhadap banjir migran ini dengan memperketat pengendalian perbatasan serta membangun pagar.

Organisasi Internasional untuk Migran atau IOM mengatakan, dalam enam minggu pertama dari 2016 ini, sekitar 84.300 migran tiba di Eropa dan lebih dari 78.300 dari mereka mendarat di pulau-pulau Yunani setelah berlayar dari Turki. Lebih dari 400 migran tewas atau hilang.

Menurut IOM, lebih dari satu juta migran telah melintas masuk ke Eropa tahun lalu. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG