Tautan-tautan Akses

HRW: Tahun 2014 Paling Meresahkan dalam Satu Generasi


Foto dari video yang tersebar di media sosial menunjukkan Kristen Ethiopia berlutut di depan militan ISIS bertopeng sebelum dieksekusi di lokasi yang tidak diketahui di Libya. (Foto: dok.)

Foto dari video yang tersebar di media sosial menunjukkan Kristen Ethiopia berlutut di depan militan ISIS bertopeng sebelum dieksekusi di lokasi yang tidak diketahui di Libya. (Foto: dok.)

Human Rights Watch mengatakan penumpasan yang dilakukan di Rusia, China, Ethiopia dan Turki pada tahun 2013 dan 2014 menjadikan tahun itu sebagai yang paling meresahkan dalam satu generasi.

Kelompok itu mengatakan tidak ada tantangan yang lebih dramatis dibanding kebangkitan Negara Islam atau ISIS.

Berbicara kepada wartawan di Istanbul, Turki hari Rabu (27/1) ketika merilis “Laporan Dunia 2015”, Direktur Eksekutif Human Rights Watch Kenneth Roth mengatakan pemerintah-pemerintah otoriter di seluruh dunia merasakan tekanan masyarakat madani yang diberdayakan oleh media sosial.

"Apa yang kami lihat sepanjang tahun lalu adalah para penguasa negara-negara yang otoriter ketakutan pada kekuatan masyarakat madani. Ini menjadi lebih akut sekarang setelah pemberdayaan masyarakat madani oleh media sosial, khususnya media sosial yang menggunakan telpon seluler. Karena ini berarti jauh lebih mudah bagi kelompok-kelompok HAM untuk memobilisir sejumlah besar orang di jalan untuk memprotes kebijakan pemerintah," ujarnya.

Laporan ini mencakup kajian HAM di lebih dari 90 negara, yang khususnya menyorot Rusia dan China karena memberangus masyarakat madani.

Roth mengatakan langkah-langkah itu semakin mempersulit kehidupan kelompok-kelompok masyarakat madani di Rusia, yangmendapat dana dari luar negeri. Ditambahkannya, aktivis-aktivis China berjuang membentuk kelompok HAM dan menghadapi resiko dipenjara berdasarkan penerapan UU anti-teror secara luas. Beberapa penangkapan itu disebabkanb meluasnya penggunaan media sosial.

Polisi menahan seorang demonstran ketika berunjukrasa di Moskow, Rusia, 30 Desember 2014.

Polisi menahan seorang demonstran ketika berunjukrasa di Moskow, Rusia, 30 Desember 2014.

Laporan itu juga mengecam upaya Eropa mengatasi krisis migran, dengan mengatakan upaya itu merusak nilai-nilai utama benua itu. Ditambahkannya, arus pengungsi dari Suriah dan negara-negara lain menuju Eropa muncul bersamaan dengan bangkitnya partai-partai politik populis yang memanfaatkan ketakutan akan Islam.

Beberapa hal lain dalam “HRW World Report 2015”itu mencakup periode antara akhir tahun 2013 hingga November 2014, yang merinci kekejaman Boko Haram di Nigeria, reaksi berlebihan Kenya terhadap Al Shabab, kelompok pemberontak Islamis yang melakukan sejumlah serangan besar di Nairobi dan desa-desa lain di sepanjang pesisir Kenya, dan penyalahgunaan perang terhadap narkoba di Meksiko. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG