Tautan-tautan Akses

Hongaria Adakan Referendum Tentang Migran, Pengungsi


Seorang perempuan di Budapest, Hongaria, memegang papan bertuliskan seruan protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Viktor Orban mengenai migran (30/9). (AP/Vadim Ghirda)

Seorang perempuan di Budapest, Hongaria, memegang papan bertuliskan seruan protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Viktor Orban mengenai migran (30/9). (AP/Vadim Ghirda)

Menurut sebagian analis, jika referendum itu lolos, kewenangan Uni Eropa akan berkurang dan tren serupa akan terdorong muncul di negara-negara lain.

Pertanyaan yang akan diajukan kepada para pemilih Hongaria adalah sederhana: apakah Uni Eropa bisa menentukan berapa banyak migran yang harus ditampung, walaupun bertentangan dengan kehendak para pemimpin negara yang terpilih?

Bagi kebanyakan warga Hongaria, menurut hasil jajak pendapat, jawabannya adalah “tidak”.

Namun untuk sebuah kelompok kecil yang vokal, jawabannya lebih kompleks. Menurut mereka, masalahnya menyangkut xenofobia atau semangat nasionalisme yang berlebihan, dan bukan soal kedaulatan.

Meskipun mayoritas calon pemilih akan mengatakan “tidak”, para analis masih ragu apakah referendum itu akan diikuti oleh sedikitnya 50 persen pemilih yang terdaftar agar hasilnya bisa dianggap sah.

Pemerintah Hongaria mendukung referendum itu, dan mengatakan, apabila rakyat mengatakan “tidak”, maka Perdana Menteri Viktor Orban akan memiliki “senjata” yang kuat untuk dibawah ke Uni Eropa, bukti bahwa rakyatnya tidak menghendaki Uni Eropa mendikte mereka tentang kebijakan penanganan migran.

Arus migran yang besar, kata pemerintah, merupakan ancaman keamanan yang gawat bagi Hongaria, karena Eropa gagal untuk menyaring para pendatang baru itu.

Menurut sebagian analis, jika referendum itu lolos, kewenangan Uni Eropa akan berkurang dan tren serupa akan terdorong muncul di negara-negara lain. Tapi kata juru bicara pemerintah Hongaria Zoltan Kovacs, Uni Eropa perlu dikekang karena telah melampaui wewenangnya.

“Kami tidak ingin mengambil hak-hak Uni Eropa,” katanya. “Tapi kami yakin bahwa mereka (Uni Eropa) telah mengambil hak-hak kami.”

Para pendukung referendum lainnya mengatakan, hal ini mungkin akan menjadi pendorong perubahan dalam kebijakan Uni Eropa, suatu hal yang mereka anggap baik.

“Banyak warga Eropa sadar bahwa Uni Eropa dalam bentuknya yang sekarang sudah hampir mati; karena itu kita sedang mengusahakan Uni Eropa yang baru,” kata Zoltan Kiszelly, penasihat pemerintah dan analis politik.

Para pejabat Hongaria menginginkan Uni Eropa mengubah kebijaksanaannya, tambahnya, tapi Hongaria tidak akan mempertimbangkan keluar dari kelompok itu. [isa/sp]

XS
SM
MD
LG