Tautan-tautan Akses

PBB & Amnesty Imbau Uni Eropa Prioritaskan Hak Pengungsi


Sekretearis Jenderal PBB Ban Ki-moon (kiri) disambut oleh para pengungsi dan pencari suaka di komunitas Saint Egidio Katolik di Roma, 17 Oktober 2015. (REUTERS/Yara Nardi)

Sekretearis Jenderal PBB Ban Ki-moon (kiri) disambut oleh para pengungsi dan pencari suaka di komunitas Saint Egidio Katolik di Roma, 17 Oktober 2015. (REUTERS/Yara Nardi)

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebut situasi migran dan pengungsi di Eropa sebagai "krisis solidaritas global." Ban mengunjungi penampungan Komunitas Saint Egidio di Roma hari Sabtu (17/10), di mana ia bertemu pengungsi dan anak-anak mereka. Ban menggambarkan kisah mereka sebagai memilukan, dan menambahkan, ia ingin memberi mereka "harapan."

Pemimpin PBB itu juga mengakui tantangan yang dihadapi negara-negara Uni Eropa, tetapi mendesak mereka agar menunjukkan "kepemimpinan yang welas asih" dalam menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang, diskriminasi dan kelaparan di negara-negara asal mereka.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Sabtu, organisasi HAM Amnesty International mendesak para pemimpin Uni Eropa agar mendulukan hak-hak pengungsi daripada keprihatinan mereka untuk melindungi perbatasan.

Mengecam rencana Uni Eropa memberi bantuan ke Turki guna mengatasi gerakan massal pencari suaka ke Eropa, Amnesty mengatakan, "orang-orang sekarat sementara pemerintah menghabiskan miliaran dolar untuk mengontrol perbatasan." Pernyataan Amnesty itu disampaikan sehari sebelum Kanselir Jerman Angela Merkel dijadwalkan mengunjungi Turki dan menyerahkan paket bantuan sekitar 3,4 miliar dolar guna membantu negara itu menerima dua juta pengungsi, selain membebaskan visa Uni Eropa bagi warga Turki dan mempercepat pembicaraan keanggotaan Turki dalam Uni Eropa.

Sementara itu, Henriette Reker, calon independen untuk walikota Cologne, Jerman, hari Sabtu ditikam di leher dan terluka parah dalam insiden yang menurut polisi tampaknya dimotivasi dukungan Reker bagi pengungsi.
Gelombang pencari suaka berlanjut hari Sabtu dengan bus-bus sarat migran tiba untuk pertama kali ke Slovenia dari Kroasia, setelah Hongaria menutup perbatasannya dengan Kroasia pada tengah malam.

Dalam peristiwa tragis lain, penjaga pantai Turki mengatakan hari Sabtu, 12 migran diduga dari Suriah dan Afghanistan, termasuk empat anak dan bayi, tenggelam di lepas pantai Turki dalam perjalanan mereka ke pulau Lesbos, Yunani.

Krisis migran telah merenggut lebih dari 3.000 nyawa tahun ini selagi mereka menempuh perjalanan berbahaya menyeberangi Laut Tengah atau Laut Aegea demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik di negara-negara Uni Eropa. [ka]

XS
SM
MD
LG