Tautan-tautan Akses

Hollande Telepon Obama, Bahas Tuduhan Penyadapan AS


Presiden Perancis Francois Hollande (kiri) saat bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih Februari tahun lalu (foto: dok). WikiLeaks mengatakan, AS menyadap pembicaraan telepon para pemimpin Perancis.

Presiden Perancis Francois Hollande (kiri) saat bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih Februari tahun lalu (foto: dok). WikiLeaks mengatakan, AS menyadap pembicaraan telepon para pemimpin Perancis.

Presiden AS Barack Obama kembali berjanji untuk menghentikan taktik mata-mata yang dianggap tidak bisa diterima di antara sesama negara sekutu.

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan ia menelepon Presiden Amerika Barack Obama hari Rabu (24/6) untuk membahas tuduhan bahwa Amerika menyadap pembicaraan telepon para pemimpin Perancis, dan bahwa Obama kembali berjanji untuk menghentikan taktik mata-mata yang dianggap "tidak bisa diterima di antara sekutu."

Obama membuat janji serupa setelah Edward Snowden mengungkap sejauh mana pengintaian yang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) tahun 2013.

Percakapan itu terjadi setelah WikiLeaks hari Selasa (23/6) merilis dokumen yang dikatakan menunjukkan NSA memata-matai mantan Presiden Perancis Jacques Chirac dan Nicolas Sarkozy, serta Presiden Hollande dari tahun 2006 sampai 2012.

Obama dan Hollande membahas "prinsip-prinsip yang seharusnya mengatur hubungan antar sekutu dalam ranah intelijen," demikian dikatakan dalam pernyataan kantor Presiden Perancis.

Rabu pagi, Kementerian Luar Negeri Perancis memanggil Duta Besar Amerika Jane Hartley untuk bertemu Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius guna menjelaskan tuduhan kegiatan mata-mata itu. Kedutaan Amerika menolak berkomentar.

Hollande juga mengadakan pertemuan darurat dengan para menteri dan komandan militer setelah dirilisnya dokumen itu, yang diterbitkan WikiLeaks bersama surat kabar Perancis Liberation dan situs web Mediapart.

Pengungkapan terbaru spionase di antara sekutu-sekutu Barat itu terjadi setelah sebelumnya terungkap pada akhir tahun 2013 bahwa NSA memata-matai Jerman dan bahwa badan intelijen Jerman sendiri, BND, bekerja sama dengan NSA untuk memata-matai pejabat-pejabat dan perusahaan-perusahaan di negara-negara Eropa lain.

"Perancis tidak akan menolerir tindakan yang mengancam keamanannya dan perlindungan atas kepentingannya," ujar pernyataan kantor presiden. Ditambahkan, bukan pertama kali tuduhan Amerika memata-matai kepentingan Perancis terungkap.

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls hari Rabu mengatakan kepada parlemen bahwa dokumen WikiLeaks yang menggambarkan penyadapan NSA adalah "pelanggaran sangat serius terhadap semangat kepercayaan" antara kedua negara. Valls mengatakan Amerika harus melakukan apa saja, dan segera, untuk "memperbaiki kerusakan" hubungan Amerika-Perancis setelah pengungkapan itu.

XS
SM
MD
LG