Tautan-tautan Akses

AS

Hari Internasional Menentang Homophobia, Transphobia dan Biphobia


Demonstran berdiri di depan Mahkamah Agung AS, 28 April 2015. Hari Minggu (17 Mei) dinyatakan sebagai Hari Internasional Menentang Homophobia, Transphobia dan Biphobia. (AP)

Demonstran berdiri di depan Mahkamah Agung AS, 28 April 2015. Hari Minggu (17 Mei) dinyatakan sebagai Hari Internasional Menentang Homophobia, Transphobia dan Biphobia. (AP)

Hari Minggu (17/5) ini adalah Hari Internasional Menentang Homophobia, Transphobia dan Biphobia.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan inilah hari “untuk merayakan martabat setiap orang dan menggarisbawahi bahwa semua orang berhak hidup bebas tanpa rasa takut, kekerasan dan diskriminasi, terlepas dari siapa mereka dan siapa yang mereka cintai.”

Presiden Obama menambahkan perjuangan demi kesetaraan “tidak akan dimenangkan dalam satu hari” tetapi akan terus berlanjut “hingga kita bisa hidup bebas dan setara sesuai HAM dan bermartabat.”

Penasehat Keamanan Nasional Amerika Susan Rice mengatakan Amerika mendukung “solidaritas anggota-anggota komunitas lesbian, gay, biseksual dan transjender (LBGT) di Amerika dan di seluruh dunia, yang berupaya memperjuangkan prinsip yang tak terbantahkan bahwa hak-hak kaum LGBT adalah hak asasi manusia.”

Rice menambahkan “pernyataan tidak berbudi” yang disampaikan Presiden Gambia Yahya Jammeh baru-baru ini, “menggarisbawahi mengapa kita harus berjuang mengupayakan terbentuknya dunia di mana tidak ada seorang pun hidup dalam ketakutan terhadap aksi kekerasan atau penganiayaan.”

Presiden Jameh pekan lalu mengatakan akan “menggorok leher” laki-laki di negaranya yang ingin menikahi laki-laki lain.

Rice menyerukan kepada seluruh negara untuk “memimpin upaya inklusif, menolak intoleransi dan mendorong penghormatan atas hak-hak universal dan kebebasan mendasar bagi seluruh orang.”

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan “setiap orang bertanggungjawab menentang meningkatnya gelombang aksi kekerasan dan diskriminasi.” Kerry menambahkan “ini merupakan hal yang paling tepat dilakukan, tetapi terlepas dari hal itu, perlindungan yang lebih besar atas HAM akan mendorong stabilitas dan kemakmuran yang lebih luas pula.”

XS
SM
MD
LG