Tautan-tautan Akses

AS

Guru Kenang Siswa Korban Penembakan North Carolina


Hampir seminggu berlalu sejak berita tentang penembakan riga mahasiswa di North Carolina. Pembunuh mereka, yang merupakan tetangga, telah dipenjara, tapi baik polisi maupun FBI belum memberikan keterangan apakah pembunuh tiga Muslim itu harus dihukum atas dasar kejahatan berdasarkan kebencian.

Seorang perempuan yang memberikan pendidikan Islam bagi ketiga korban tersebut ketika mereka masih kecil bercerita tentang para korban untuk membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang siapa mereka. Mussarut Jabeen, kepala sekolah Al-Iman, bercerita dari ibukota negara bagian tersebut, Raleigh.

“Semua orang memanggil saya 'Jabeen,' atau 'Kak Jabeen,' di sini. Saya dulu pernah mengajar Yusor, Deah, dan Razan.

"Mereka tidak akan melewatkan kesempatan yang bisa mereka dapatkan untuk bisa beramal, melakukan sesuatu yang baik," kata Jabeen. "Di manapun di butuhkan. Mereka selalu menemukan cara untuk membantu orang lain di komunitas mereka sendiri dan komunitas lainnya."

"Anda bisa lihat mereka pergi ke luar negeri untuk membantu, dan Deah, ia baru saja menyelesaikan kampanyenya.”

Pesan video

Sebuah rekaman video diputar. “Nama saya Deah Barakat. Saya siswa sekolah kedokteran gigi di UNC, dan saya membutuhkan bantuan Anda. Apakah Anda pernah merasa tak berdaya melihat situasi di Suriah dan merasa Anda tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengatasi hal tersebut? Ini kesempatan Anda untuk membantu.”

“Itu yang penting. Orang-orang ingat," kata Jabeen, "… kebaikan yang telah ia lakukan. Ia punya tujuan. Ia punya misi."

"Razan masih kecil waktu dia di sini, tapi dia biasa datang ke sekolah setiap hari Sabtu untuk membantu. Setiap hari Sabtu ada kelas belajar Quran, dan dia sering datang untuk membantu. Dan itu sudah menunjukkan betapa sebagai anak kecilpun ia sudah mempunyai semangat untuk melakukan kegiatan sukarela. Semuanya … mereka ingin kembali dan melakukan sesuatu bagi sekolah mereka," katanya.

Kenangan indah

"Tiba-tiba, yang teringat pertama oleh saya adalah Yusor. Karena cara dia membawakan diri ketika masih sangat muda. Ia sangat dewasa untuk anak seumurnya, dan sangat gembira. Sangat sopan. Sangat lembut," kata Jabeen.

"Anak-anak ini punya harapan besar; mimpi-mimpi. Mereka punya suka membantu sesama. Itu fokus mereka: kita harus mengambil jalan yang lurus. Di masa hidup mereka yang pendek, mereka telah mencapai begitu banyak yang mungkin belum tentu bisa dicapai orang lain selama hidup mereka," katanya.

"Semua anak luar biasa, tapi ada beberapa yang sangat menonjol.

"Kita butuh lebih banyak orang seperti mereka. Dan itu kenapa saya bilang sekarang lebih menantang bagisaya; saya punya tujuan untuk punya lebih banyak Deah dan lebih banyak Yusor dan lebih banyak Razan,” kata Jabeen.​

XS
SM
MD
LG